KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar prosesi yudisium pada Selasa (9/12/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah bagi para mahasiswa yang resmi dinyatakan lulus dari dua program studi, yakni Teknologi Pendidikan dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Dekan FKIP Unikarta, Dr. H. Suid Saidi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari tersebut merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu para mahasiswa sejak pertama kali menempuh pendidikan di kampus. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukan berarti akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal menuju tantangan baru.
“Adik-adik telah dinyatakan bebas, bukan dari siksaan, tapi dari tugas bapak-ibu dosen dan administrasi kampus. Namun bukan berarti selesai belajar. Belajar itu sepanjang masa, long life education. Tidak ada kata berhenti,” ujarnya.
Suid Saidi juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) yang kini memengaruhi berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Saat ini sudah era AI. Pasti revolusi pendidikan akan adik-adik hadapi. Kalau saya yang sudah 60 tahun mungkin hanya mampu belajar apa itu AI, tapi adik-adik harus bisa mengikuti agar tidak ketinggalan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, dekan juga menyinggung peran penting Ikatan Alumni (IKA). Ia berharap para lulusan dapat menjaga hubungan dan berkontribusi pada pengembangan kampus, sebagaimana kampus-kampus besar yang memiliki ikatan alumni yang aktif.
Ia turut mengajak para lulusan untuk membantu mempromosikan FKIP Unikarta yang saat ini membina tiga program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Teknologi Pendidikan, dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD).
“Besarnya perguruan tinggi itu salah satunya karena alumni yang aktif. Tolong dipromosikan FKIP Unikarta, jantungkan nama sarjana pendidikan,” ucapnya.
Menjelang akhir sambutan, Suid Saidi mengingatkan para lulusan agar tidak lupa berterima kasih kepada orang tua yang telah mendukung pendidikan mereka.
“Tanpa doa dan dukungan orang tua, sulit adik-adik untuk berhasil. Tolong nanti sungkem, sujud, berterima kasih,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan menjadi pendidik yang mampu menjadi teladan di tempat tugas masing-masing.
“Jadilah pendidik yang diandalkan, jadilah guru yang menjadi suri teladan, sehingga bisa berkontribusi membangun karakter di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam prosesi tersebut, FKIP Unikarta meyudisium total 43 mahasiswa dari dua program studi, yaitu Teknologi Pendidikan angkatan ke-53 dan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan ke-35. Acara berjalan lancar dan tertib hingga akhir kegiatan.
Dekan menutup sambutannya dengan pantun yang mengundang tawa dan tepuk tangan peserta:
“Baju basah kita cuci, setelah bersih kita jemur. Yang membaca saya doakan mudah-mudahan banyak rezeki.”
Yudisium kali ini diharapkan dapat menjadi awal perjalanan para lulusan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan sekaligus menyesuaikan diri di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.
Pewarta & Editor : Fairuzzabady @2025

















