Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 13 Jan 2026 09:00 WITA ·

Ketua RKM Kukar Soroti Protokol Kepresidenan, Sultan Kutai Dinilai Tak Dihormati Saat Kunjungan Presiden Prabowo


 Tangkapan layar Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin saat menyapa Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Perbesar

Tangkapan layar Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin saat menyapa Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) organisasi masyarakat Remaong Kutai Menamang (RKM) Kutai Kartanegara (Kukar), Moch Saddam Jordi, menyayangkan perlakuan protokoler dalam kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026.

Kekecewaan tersebut disampaikan Jordi menyusul penempatan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Muhammad Arifin, yang tidak berada di jajaran tamu kehormatan terdepan saat acara penyambutan Presiden. Menurutnya, posisi tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap kedudukan Sultan sebagai simbol adat dan sejarah masyarakat Kutai.

“Ini sangat disayangkan. Sultan Kutai Kartanegara merupakan simbol adat, sejarah, dan kehormatan masyarakat Kutai. Sudah semestinya beliau ditempatkan pada posisi paling terhormat dalam acara kenegaraan,” ujar Jordi, Selasa (13/1/2026).

Jordi menilai penempatan Sultan Kutai di barisan belakang mencederai nilai-nilai historis Kesultanan Kutai Kartanegara yang dikenal sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Ia menegaskan, penghormatan terhadap tokoh adat seharusnya menjadi perhatian utama dalam setiap agenda kenegaraan, khususnya yang digelar di daerah.

Kekecewaan tersebut semakin menguat ketika Presiden Prabowo Subianto terlihat menyapa dan menegur satu per satu pejabat daerah yang hadir, dimulai dari Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud hingga akhirnya tiba pada Sultan Kutai Kartanegara. Menurut Jordi, Presiden tampak terkejut saat mengetahui Sultan Kutai berada di barisan belakang.

“Reaksi Presiden menunjukkan bahwa secara etika dan protokoler, penempatan tersebut memang tidak pantas,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Jordi meminta agar ke depan pihak protokoler di seluruh tingkatan pemerintahan lebih peka dan menghormati kearifan lokal serta kedudukan tokoh adat, terutama dalam kegiatan kenegaraan yang melibatkan pemimpin tradisional.

“Ini bukan sekadar soal posisi duduk, tetapi menyangkut penghormatan terhadap martabat adat dan sejarah daerah,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai polemik protokoler penempatan tamu undangan dalam kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kalimantan Timur.

 

Pewarta : MH
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi

29 September 2026 - 18:00 WITA

l32

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29
Trending di BERITA DAERAH