Menu

Mode Gelap
DPRD Kukar Terima Aksi Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf Ratusan Massa Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur Layanan Kesehatan Harus Tanpa Hambatan, DPRD Samarinda Soroti Kebijakan BPJS dan Pelayanan Puskesmas Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Tekankan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Kasus Kekerasan Seksual Meningkat, DPRD Samarinda Tekankan Edukasi dan Pendampingan Korban

BERITA DAERAH · 28 Jan 2026 11:00 WITA ·

Patung Bung Karno di Sangasanga Diresmikan, Simbol Kota Juang dan Jejak Sejarah Perjuangan Kaltim


 Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan apresiasi atas pembangunan patung Bung Karno di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan apresiasi atas pembangunan patung Bung Karno di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang berdiri megah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Sangasanga, resmi diresmikan pada Selasa (27/1/2026). Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, bertepatan dengan peringatan ke-79 Peristiwa Merah Putih Sangasanga.

Pembangunan kawasan RTH beserta patung Bung Karno ini telah dimulai sejak dua tahun lalu dan menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kalimantan Timur.

Mantan Bupati Kukar, Edi Damansyah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan RTH Sangasanga melalui proses panjang. Lahan yang kini menjadi ruang publik tersebut sebelumnya merupakan aset milik Pertamina.

“Di dalam kawasan RTH ini terdapat momentum penting. Saat itu kami meminta asistensi dan arahan dari keluarga Bung Karno. Alhamdulillah, dari proses tersebut, patung Bung Karno akhirnya dapat dibangun di RTH Sangasanga,” ujar Edi.

Ia menegaskan bahwa Kecamatan Sangasanga sejak lama telah ditetapkan sebagai zona Kota Juang. Kehadiran patung Bung Karno di kawasan ini diharapkan menjadi simbol perjuangan sekaligus pengingat bahwa masyarakat Kalimantan Timur turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, perwakilan keluarga Bung Karno, Djarot Saiful Hidayat, menyebutkan bahwa patung Presiden Soekarno telah berdiri di puluhan lokasi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, patung Bung Karno di Sangasanga memiliki keistimewaan tersendiri.

“Patung Bung Karno di Sangasanga merupakan patung tertinggi di luar Pulau Jawa. Tingginya hanya terpaut sekitar 10 sentimeter dari patung Bung Karno yang berada di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Djarot.

Ia menambahkan, Bung Karno dikenal dunia sebagai tokoh pejuang kemanusiaan, kemerdekaan, keadilan, dan persatuan. Sepanjang hidupnya, Bung Karno melawan ketidakadilan dan penindasan serta menjadi simbol pembebasan bangsa-bangsa terjajah, khususnya di Asia.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menjelaskan bahwa proses pembangunan patung Bung Karno dan RTH Sangasanga memerlukan waktu cukup panjang sejak dimulai pada 2023. Hal ini disebabkan oleh tahapan perizinan dan persetujuan yang melibatkan masyarakat, Pertamina, hingga lintas kementerian.

“Patung Bung Karno kini telah berdiri tegak di Sangasanga. Kami tidak ingin patung ini hanya berdiri tanpa makna dan keberlanjutan. Karena itu, kami menyiapkan konsep agar kawasan ini menjadi daya tarik,” ujar Rendi.

Selain sebagai pusat pembelajaran sejarah, kawasan RTH Sangasanga juga direncanakan menjadi pusat seni dan budaya di Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran pada 2026 agar setiap malam Minggu dapat digelar kegiatan seni dan budaya.

“Harapannya kawasan ini tetap hidup, terawat, dan tidak sepi,” tambahnya.

Pemkab Kukar juga berencana membangun fasilitas pendukung di sekitar kawasan patung Bung Karno, seperti musala, pusat UMKM, serta peningkatan akses jalan menuju Sangasanga Dalam.

“Di akhir 2025, kami telah melakukan pengaspalan jalan di Sangasanga Dalam dengan anggaran sekitar Rp30 miliar. Kami tidak ingin kawasan depan terlihat megah, tetapi wilayah sekitarnya rusak. Tidak boleh ada ketimpangan di Sangasanga,” tegas Rendi.

Apresiasi terhadap pembangunan patung Bung Karno juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. Ia menilai keberadaan patung tersebut memiliki nilai penting sebagai pengingat sejarah bagi generasi muda.

“Dengan adanya patung Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno, harapan kita ini menjadi pengingat bagi anak-anak muda, khususnya di Kukar dan Kalimantan Timur, untuk mempelajari serta meneladani perjuangan beliau bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Terima Aksi Massa, Fraksi PDIP Sampaikan Permohonan Maaf

4 Mei 2026 - 17:00 WITA

demo0005

Ratusan Massa Kepung DPRD Kukar, Desak Ketua DPRD Mundur

4 Mei 2026 - 16:00 WITA

demo0003

Layanan Kesehatan Harus Tanpa Hambatan, DPRD Samarinda Soroti Kebijakan BPJS dan Pelayanan Puskesmas

4 Mei 2026 - 15:00 WITA

dprdkota15

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Tekankan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

4 Mei 2026 - 14:00 WITA

dprdkota14

Kasus Kekerasan Seksual Meningkat, DPRD Samarinda Tekankan Edukasi dan Pendampingan Korban

4 Mei 2026 - 13:00 WITA

dprdkota13

Warga Muara Jawa Desak Tambang Kembali Beroperasi, Ribuan Pekerja Terdampak

4 Mei 2026 - 11:00 WITA

demo0001
Trending di BERITA DAERAH