Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 3 Agu 2026 19:00 WITA ·

Puluhan Penerima MBG di Sebulu Alami Gejala Diduga Keracunan, Pemkab Kukar Lakukan Investigasi


 Koordinator Satgas MBG Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan pihaknya bersama SPPG dan Dinas Kesehatan Kukar terus berkoordinasi serta melakukan pendataan terkait dugaan keracunan penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu. Foto: Fairuzzabady Perbesar

Koordinator Satgas MBG Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan pihaknya bersama SPPG dan Dinas Kesehatan Kukar terus berkoordinasi serta melakukan pendataan terkait dugaan keracunan penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu. Foto: Fairuzzabady

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 46 penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan pada Senin (3/8/2026). Para penerima, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG yang diterima pada hari tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kecamatan Sebulu, seluruh warga yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sebulu I. Sebagian di antaranya dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik, sementara lainnya masih menjalani observasi.

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan pihaknya bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar terus melakukan koordinasi untuk menangani kejadian tersebut sekaligus mengumpulkan data di lapangan.

“Kami masih melengkapi data dan memantau langsung kondisi warga yang terdampak,” ujar Sunggono saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, tim gabungan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap seluruh penerima yang mengalami keluhan, sekaligus mengumpulkan sampel makanan dan hasil pemeriksaan medis sebagai bahan penyelidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para penerima MBG.

Sunggono menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab insiden tersebut karena seluruh proses masih menunggu hasil pemeriksaan dari tenaga kesehatan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Penyebabnya masih dalam proses penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan sebelum seluruh hasil pemeriksaan selesai,” katanya.

Ia memastikan Satgas MBG bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen mengusut tuntas kejadian tersebut agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program MBG ke depan.

Untuk mengantisipasi munculnya keluhan lanjutan, petugas dari Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Sebulu I disiagakan selama 24 jam guna memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gejala serupa.

“Kami siaga 24 jam. Jika masih ada yang merasakan keluhan, segera datang ke Puskesmas Sebulu I atau melapor kepada petugas,” tegas Sunggono.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas kesehatan. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kondisi seluruh penerima MBG yang terdampak hingga dipastikan pulih.

Menurut Sunggono, insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di Kutai Kartanegara. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen mendukung program strategis nasional tersebut sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami akan menyampaikan hasil investigasi secara resmi setelah seluruh data dan hasil pemeriksaan lengkap,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH