Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 22 Feb 2026 11:00 WITA ·

Luah Palla, Nadi Air yang Menyanyikan Kehidupan Sangkuliman


 Lanskap keindahan Luah Palla di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Aliran luah ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air sekaligus sumber penghidupan, mulai dari aktivitas perikanan hingga mobilitas warga sehari-hari. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman. Perbesar

Lanskap keindahan Luah Palla di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Aliran luah ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air sekaligus sumber penghidupan, mulai dari aktivitas perikanan hingga mobilitas warga sehari-hari. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di sudut tenang Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, terbentang sebuah jalur air yang seolah menjadi urat nadi kehidupan warga. Namanya Luah Palla, percabangan sungai alami yang mengalir lembut di antara hijaunya pepohonan dan sunyinya alam yang masih terjaga.

Luah ini terhubung langsung dengan Danau Semayang, Danau Saguntur, hingga aliran anak Sungai Mahakam, membentuk rangkaian perairan sepanjang hampir tiga kilometer yang menyatukan banyak titik penting seperti Luah Kijang, Luah Ulaman, Tanjung Rappeh, Tanjung Palla, dan Luah Caki. Dari udara, bentang itu tampak seperti guratan alami yang membelah hamparan hijau hutan rawa.

Ketua Pokdarwis Bertata Menata Tertata (BMT) Sangkuliman, Rojali, menyebut Luah Palla bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat setempat.

“Luah Palla tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi air, tetapi juga menjadi titik perairan khas yang mencerminkan keterkaitan masyarakat Sangkuliman dengan alam dan sungai,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Airnya yang tenang dan jernih menjadikan luah ini sebagai jalur utama perahu warga mulai dari perahu kecil, long boat, hingga kapal ferry yang menghubungkan aktivitas sehari-hari dan perjalanan antarwilayah. Di kiri dan kanan alirannya, pepohonan tua berdiri kokoh, menciptakan lorong alami yang sejuk dan menenangkan.

Bagi Pokdarwis BMT, Luah Palla juga menjadi “panggung” utama konsep wisata susur danau, sungai, dan luah. Wisatawan diajak menyusuri aliran air menggunakan long boat atau ces ketinting, menikmati harmoni alam yang jarang tersentuh modernisasi.

“Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, merasa kagum karena luah ini diapit danau serta aliran Sungai Mahakam. Pemandangannya benar-benar alami,” kata Rojali.

Saat musim pasang besar, jalur air kadang tertutup gulma. Namun, semangat gotong royong warga selalu hadir. Bersama komunitas, mereka membersihkan dan membuka kembali jalur tersebut agar tetap bisa dilalui.

Melihat potensi yang dimiliki, masyarakat dan Pokdarwis terus menjaga kawasan ini sebagai konservasi alam. Selain pariwisata, luah juga menopang perikanan dan aktivitas UMKM warga, menjadi fondasi ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar panorama memikat, Luah Palla juga menjadi ruang belajar ekologi. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan, tetapi juga memahami bagaimana alam, air, dan manusia hidup dalam keseimbangan.

Di sanalah, di antara riak air yang tenang dan bisik dedaunan, Luah Palla terus mengalir membawa cerita, harapan, dan kehidupan bagi Sangkuliman, desa ekowisata yang tumbuh dari keselarasan dengan alam.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH