Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 13:00 WITA ·

Pekerja Pencucian Mobil di Sebulu Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Dipicu Masalah Asmara


 Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa. Perbesar

Foto ilustrasi: Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi. Dok: Istimewa.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Seorang pekerja pencucian mobil di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar tempat istirahat karyawan, Kamis (12/3/2026) pagi.

Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo, Jumat (13/3/2026), mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban sekitar pukul 09.00 WITA.

Saat itu, seorang pekerja bernama Solikin tengah mencuci kendaraan di lokasi tempat korban bekerja. Ia kemudian hendak masuk ke kamar yang biasa digunakan karyawan untuk beristirahat. Namun saat membuka pintu kamar, ia dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tergantung di bagian kasau atap menggunakan tali nilon berwarna biru.

“Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memanggil dua rekan kerja lainnya dan melaporkan kepada pemilik usaha pencucian mobil,” ujar Iptu Edy.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Sebulu bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II serta warga sekitar langsung mendatangi lokasi dan menurunkan jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah tanda yang mengarah pada kasus gantung diri. Polisi juga menemukan percakapan di ponsel korban yang berisi pesan pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya sebelum melakukan aksi tersebut.

“Korban sebelumnya sempat menghubungi keluarganya dan mengirim foto tali yang diduga akan digunakan untuk gantung diri,” jelas Kapolsek.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sebulu II. Pihak keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi melalui video call dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi.

Polisi menduga kuat aksi bunuh diri tersebut dipicu persoalan asmara. Atas persetujuan keluarga, jenazah rencananya akan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam peristiwa ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Infinix warna biru serta seutas tali nilon berwarna biru yang digunakan korban.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH