Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 19 Jul 2026 18:30 WITA ·

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil


 Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian nelayan hilang, Hasriarto (37), di Perairan Muara Berau, Muara Badak, Kutai Kartanegara, pada hari ketiga operasi, Minggu (19/7/2026). Foto: Basarnas Kaltm. Perbesar

Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian nelayan hilang, Hasriarto (37), di Perairan Muara Berau, Muara Badak, Kutai Kartanegara, pada hari ketiga operasi, Minggu (19/7/2026). Foto: Basarnas Kaltm.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tim SAR Gabungan masih belum menemukan Hasriarto (37), nelayan asal Desa Muara Badak Ulu yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan kapal di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (19/7/2026), operasi diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti briefing dan membagi area operasi seluas 119 nautical mile persegi (NM²) ke dalam tiga sektor. Penyisiran dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat milik TNI AL dan Polairud, serta didukung peralatan SAR air, komunikasi, medis, dan penyelaman.

Hasriarto diketahui berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7) sekitar pukul 16.30 WITA. Namun hingga hari ketiga operasi, korban belum berhasil ditemukan.

Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, mengatakan seluruh sektor pencarian telah disisir sesuai rencana operasi. Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan korban masih belum ditemukan.

“Kami akan melanjutkan pencarian pada hari keempat dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, proses pencarian di lapangan menghadapi kendala berupa arus laut yang cukup kuat dan angin kencang. Kondisi tersebut memengaruhi pergerakan armada serta efektivitas penyisiran, namun seluruh unsur SAR tetap berupaya melakukan pencarian secara maksimal.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Potensi SAR Muara Badak, serta keluarga korban yang turut memantau proses pencarian.

Pencarian dihentikan sementara pada pukul 18.20 WITA dan dilanjutkan dengan debriefing di Pos TNI AL Muara Badak. Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pada Senin (20/7/2026) dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan perairan di lokasi kejadian.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH