Menu

Mode Gelap
Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

BERITA DAERAH · 27 Apr 2026 15:00 WITA ·

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur


 Suasana kebun sayur yang dikelola petani di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, mulai tampak mengering akibat kemarau. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Suasana kebun sayur yang dikelola petani di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, mulai tampak mengering akibat kemarau. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Keluhan petani sayur di Kutai Kartanegara (Kukar) yang mulai menghadapi kekeringan akibat kemarau mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar. Pemerintah daerah kini tengah bergerak cepat melakukan pendataan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan pihaknya saat ini fokus mengidentifikasi kelompok tani yang terdampak serta kebutuhan mendesak di lapangan. “Kami melalui penyuluh sudah turun langsung untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk kebutuhan apa saja yang diperlukan petani,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam pengajuan bantuan ke pemerintah pusat. Salah satu kebutuhan utama yang dipetakan adalah ketersediaan pompa air untuk mengatasi kekurangan pasokan air di lahan pertanian.

“Nanti dari data itu akan terlihat, misalnya petani tidak punya pompa, berarti dibutuhkan berapa unit. Setelah itu kami rekap dan kirimkan ke pusat, karena bantuan alat untuk kondisi seperti ini tersedia di sana,” jelasnya.

Rifani menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh usulan bantuan sudah dapat disampaikan ke pemerintah pusat pada akhir April. Untuk mempercepat proses tersebut, ia bersama tim turut turun langsung melakukan verifikasi data di lapangan.

“Kami beri batas waktu, sehingga setelah data masuk bisa langsung kami proses dan teruskan ke pusat,” tegasnya.

Terkait potensi gagal panen, Rifani mengaku belum dapat memastikan. Pasalnya, kondisi cuaca saat ini masih memungkinkan terjadinya hujan hingga Mei.

“Untuk gagal panen saya belum berani memastikan, karena di April ini masih ada kemungkinan hujan sampai Mei. Diharapkan petani bisa memanfaatkan kondisi itu,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus. Oleh karena itu, petani diimbau mulai mempersiapkan cadangan air sejak sekarang.

“Paling tidak petani bisa mengidentifikasi sumber-sumber air di sekitar lokasi. Air permukaan yang ada bisa dimanfaatkan sambil menunggu bantuan alat dari pusat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13
Trending di BERITA DAERAH