Menu ✖

Mode Gelap
Ditresnarkoba Polda Kaltim Tangkap Pria Bawa 2,1 Kilogram Sabu di Kutai Timur Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 18:00 WITA ·

DPPKB Samarinda Perkuat Kampung KB, Fokus Cegah Stunting dan Tingkatkan Kualitas Keluarga


 Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan terkait penguatan program Kampung KB untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keluarga. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani memberikan keterangan terkait penguatan program Kampung KB untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keluarga. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan pentingnya penguatan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keluarga. Hal itu disampaikannya usai rapat hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Selasa (28/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD Samarinda.

Dalam rapat tersebut, DPPKB memaparkan berbagai program prioritas sekaligus tantangan pelaksanaan di lapangan. Deasy menyebut, fokus utama saat ini masih pada penanganan stunting melalui intervensi sensitif, disertai penguatan program keluarga berencana dan inovasi lainnya.

“Kami fokus pada penanganan stunting dan penguatan Kampung KB agar berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah program unggulan yang dijalankan antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak, Lansia Berdaya, serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas keluarga.

Menurut Deasy, DPRD turut mengingatkan agar seluruh program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata. Transformasi Kampung KB sejak 2022 menjadi Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan mampu mendorong perubahan signifikan.

“Tujuannya menciptakan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Saat ini, program Kampung KB telah tersebar di 59 kelurahan di Samarinda dan menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

Dalam waktu dekat, DPPKB juga akan menggelar intervensi serentak pencegahan stunting pada 30 April 2026 melalui 748 Posyandu di seluruh Samarinda.

“Target kunjungan bayi, balita, dan ibu hamil minimal 80 persen. Jika belum tercapai, akan dilakukan kunjungan rumah,” terangnya.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan Posyandu penting untuk mendeteksi dini masalah gizi anak sehingga risiko stunting bisa segera ditangani.

Di akhir keterangannya, Deasy mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk turut mendukung program prioritas tersebut.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar program ini berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

m56

Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

m54

Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

9 Oktober 2026 - 08:00 WITA

m53

Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

9 Oktober 2026 - 07:00 WITA

markaca

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51

Dinkes Balikpapan Dorong Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

8 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m50
Trending di BERITA DAERAH