Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 14:00 WITA ·

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Tekankan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang dinilai relevan dengan tantangan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menyebut, tanpa pendidikan yang baik dan merata, target besar tersebut akan sulit tercapai.

“Yang pasti kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai itu, tidak bisa tidak, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat utama,” ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

Ia berharap peringatan Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu mendorong perbaikan nyata dalam sistem pendidikan, termasuk optimalisasi implementasi kurikulum baru yang saat ini mulai diterapkan di sejumlah sekolah.

Namun demikian, Ismail menyoroti masih rendahnya kesejahteraan guru, khususnya tenaga honorer di sekolah swasta. Ia mengungkapkan masih adanya guru yang menerima gaji sekitar satu juta rupiah per bulan, jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar-mengajar di kelas.

“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan efek domino terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam dunia pendidikan. Pertama, pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah di wilayah pinggiran agar memiliki kualitas yang setara dengan sekolah di pusat kota. Ia menyinggung kebijakan sistem zonasi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

“Zonasi itu tujuannya untuk pemerataan, agar tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di tengah kota dan di pinggiran,” jelasnya.

Kedua, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengajaran. Ketiga, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang menjadi faktor krusial dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Keempat, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Ia menilai dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam penyesuaian kurikulum agar tidak tertinggal.

“Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kurikulum juga harus menyesuaikan. Ini penting agar kita tidak tertinggal, apalagi dalam rangka menuju generasi emas 2045,” pungkasnya.

Ismail pun berharap sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Kota Samarinda.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH