Menu

Mode Gelap
Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka Libur Panjang di IKN, Pengunjung Diajak Tanam Pohon dan Tinggalkan Jejak Hijau di Kota Hutan Nusantara IKN Fun Day Hadirkan Workshop Batik Pewarna Alami, Kenalkan Budaya dan Alam Kalimantan kepada Pengunjung Otorita IKN Siaga Hadapi El Niño 2026, Teknologi dan Kolaborasi Jadi Andalan Cegah Karhutla

BERITA DAERAH · 4 Mei 2026 14:00 WITA ·

Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Tekankan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan keterangan terkait pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang dinilai relevan dengan tantangan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menyebut, tanpa pendidikan yang baik dan merata, target besar tersebut akan sulit tercapai.

“Yang pasti kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai itu, tidak bisa tidak, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat utama,” ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

Ia berharap peringatan Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu mendorong perbaikan nyata dalam sistem pendidikan, termasuk optimalisasi implementasi kurikulum baru yang saat ini mulai diterapkan di sejumlah sekolah.

Namun demikian, Ismail menyoroti masih rendahnya kesejahteraan guru, khususnya tenaga honorer di sekolah swasta. Ia mengungkapkan masih adanya guru yang menerima gaji sekitar satu juta rupiah per bulan, jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar-mengajar di kelas.

“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan efek domino terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam dunia pendidikan. Pertama, pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah di wilayah pinggiran agar memiliki kualitas yang setara dengan sekolah di pusat kota. Ia menyinggung kebijakan sistem zonasi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

“Zonasi itu tujuannya untuk pemerataan, agar tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di tengah kota dan di pinggiran,” jelasnya.

Kedua, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengajaran. Ketiga, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang menjadi faktor krusial dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Keempat, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Ia menilai dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam penyesuaian kurikulum agar tidak tertinggal.

“Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kurikulum juga harus menyesuaikan. Ini penting agar kita tidak tertinggal, apalagi dalam rangka menuju generasi emas 2045,” pungkasnya.

Ismail pun berharap sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Kota Samarinda.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak

16 Mei 2026 - 15:00 WITA

pdkt002

Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka

16 Mei 2026 - 14:00 WITA

pdkt001

Andi Harun Dorong Festival Budaya Samarinda Diperkuat Lewat Perda

14 Mei 2026 - 11:03 WITA

andi0001

Enam Raperda Disepakati, DPRD Samarinda Dorong Percepatan Regulasi Strategis

14 Mei 2026 - 10:00 WITA

helmi0001

Enam Raperda di Luar Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Samarinda Pastikan Pembahasan Libatkan Publik

14 Mei 2026 - 09:00 WITA

km1

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Limbah B3, Sejumlah Pasal Dikoreksi agar Tak Tumpang Tindih Kewenangan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

DLHK01
Trending di BERITA DAERAH