KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi, studi banding, sekaligus pertukaran gagasan terkait pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga pengelolaan tenaga kerja di kawasan IKN.
Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan arah pembangunan Nusantara yang tidak hanya difokuskan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia yang berbasis lingkungan dan budaya lokal.
Konsep tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN yang menempatkan Nusantara sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan wisata ramah lingkungan, wisata edukasi, hingga retret kebugaran yang mengedepankan kearifan lokal.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pembangunan IKN dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang mampu memberikan dampak luas bagi daerah-daerah di sekitarnya.
“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo dalam pemaparannya.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata di IKN juga akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kawasan. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang terus dipersiapkan guna mendukung kenyamanan dan pengalaman wisatawan.
Saat ini, Otorita IKN telah menyediakan peta visitasi wisata melalui aplikasi IKNOW yang memuat berbagai informasi layanan wisata secara interaktif. Aplikasi tersebut menyediakan informasi destinasi wisata, layanan transportasi umum, hingga panduan perjalanan atau travel guidebook yang dapat diakses masyarakat dan wisatawan.
Selain itu, sejumlah fasilitas wisata strategis juga tengah dikembangkan di kawasan IKN, seperti convention center, fasilitas kesehatan terpadu, pusat budaya Islam, pusat informasi wisatawan, pusat kuliner, botanical garden, hingga pusat kebudayaan Nusantara.
Sementara itu, beberapa destinasi wisata alam yang telah menjadi daya tarik dan mulai banyak dikunjungi masyarakat di antaranya Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai.
Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan IKN yang memadukan aspek ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara bersamaan.
“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” kata Sri.
Ia menilai pendekatan pembangunan di IKN dapat menjadi referensi penting bagi daerah lain, khususnya dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Selain membahas pengembangan pariwisata, pertemuan tersebut juga menyoroti peluang keterlibatan masyarakat lokal dan pelaku UMKM dalam pembangunan IKN. Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat agar pertumbuhan ekonomi di Nusantara dapat dirasakan secara inklusif.
Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah kemudian ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah kawasan pembangunan strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, termasuk Istana Negara dan kawasan glamping yang kini mulai menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung di Nusantara.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













