Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 4 Jun 2026 23:00 WITA ·

Balikpapan Tuan Rumah Fordakom PTKI 2026, Rahmad Mas’ud Ajak Dakwah Bertransformasi di Era Digital


 Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, secara resmi membuka Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Kamis (4/6/2026). Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum yang membahas penguatan dakwah dan komunikasi Islam di era digital. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, secara resmi membuka Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Kamis (4/6/2026). Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum yang membahas penguatan dakwah dan komunikasi Islam di era digital. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur, Kamis (4/6/2026). Forum nasional ini mempertemukan para dekan, akademisi, peneliti, dan praktisi dakwah dari berbagai daerah untuk merumuskan strategi penguatan dakwah dan komunikasi Islam di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan perubahan zaman telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan berinteraksi. Karena itu, metode dakwah juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.

“Dulu dakwah dilakukan dari mulut ke mulut, dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang sudah berbeda, dakwah juga harus hadir melalui media digital. Ini adalah tuntutan zaman yang tidak bisa kita hindari,” ujar Rahmad dalam sambutannya.

Menurutnya, era digital membuka peluang yang sangat besar bagi penyebaran nilai-nilai keislaman. Melalui berbagai platform media sosial dan teknologi komunikasi, pesan-pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda yang kesehariannya tidak terlepas dari dunia digital.

Namun demikian, Rahmad mengingatkan bahwa kemajuan teknologi hanya merupakan sarana. Esensi dakwah tetap harus berpegang pada ajaran Islam yang mengedepankan akhlak, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat penyebaran nilai-nilai kebaikan dan membangun karakter generasi masa depan. Jangan sampai perkembangan digital justru menggeser substansi dakwah itu sendiri,” tegasnya.

Ia menilai perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki peran strategis dalam melahirkan konsep dan metode dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga laboratorium pemikiran yang mampu menghasilkan inovasi komunikasi keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain membahas transformasi dakwah digital, Rahmad juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan. Menurutnya, keberhasilan membangun sumber daya manusia tidak cukup diukur dari prestasi akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan moral dan spiritual yang kuat.

“Kita boleh berharap anak-anak kita cerdas secara akademik, tetapi jangan sampai mereka kehilangan nilai-nilai spiritual. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat terbukanya akses informasi tanpa batas. Di satu sisi, kondisi tersebut memberikan banyak peluang untuk belajar dan berkembang. Namun di sisi lain, terdapat berbagai pengaruh negatif yang memerlukan penguatan pendidikan agama dan karakter agar generasi muda mampu menyaring informasi secara bijak.

Rahmad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman. Menurutnya, para tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat agar mampu hidup berdampingan secara harmonis serta menjaga persatuan bangsa.

“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat. Yang harus kita jaga adalah semangat persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun daerah yang aman dan damai,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Temu Fordakom PTKI 2026 di Balikpapan, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, praktisi dakwah, dan pemerintah dalam merumuskan strategi komunikasi Islam yang mampu menjawab tantangan era digital. Forum ini juga diharapkan menghasilkan gagasan-gagasan inovatif agar dakwah tetap relevan, moderat, inklusif, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan menjadi langkah bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berkarakter. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan dakwah yang lebih adaptif dan memberi manfaat bagi bangsa,” tutup Rahmad.

 

ADV Diskominfo Kota Samarinda
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH