Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 5 Jun 2026 17:00 WITA ·

Tanam 2.026 Mangrove di Balikpapan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Investasi Nyata untuk Masa Depan Hijau Indonesia


 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memimpin penanaman 2.026 bibit mangrove di kawasan pesisir SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah dan upaya mendukung pelestarian lingkungan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memimpin penanaman 2.026 bibit mangrove di kawasan pesisir SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah dan upaya mendukung pelestarian lingkungan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memimpin penanaman sebanyak 2.026 bibit mangrove di kawasan pesisir SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peluncuran Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah sekaligus bentuk dukungan terhadap program Sekolah Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Penanaman mangrove yang merupakan rangkaian peringatan Milad ke-109 Aisyiyah itu dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, serta Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mengintegrasikan pendidikan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehidupan sosial.

“Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon di kawasan pesisir. Ini adalah simbol kepedulian dan investasi untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan budaya damai, semangat gotong royong, serta kesadaran menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan pendidikan lingkungan agar peserta didik memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan penanaman mangrove sejalan dengan nilai-nilai keagamaan melalui konsep ihya’ul mawat, yaitu menghidupkan lahan yang tidak produktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan.

“Gerakan ini menghubungkan nilai spiritual, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab kita dalam menjaga lingkungan. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan alam,” kata Abdul Mu’ti.

Secara ekologis, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Karena itu, penanaman mangrove dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain aksi penghijauan, Abdul Mu’ti juga meluncurkan Gerakan 1.000 Cahaya yang bertujuan mendorong penghematan energi serta pemanfaatan energi terbarukan, termasuk energi surya. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan respons terhadap tantangan perubahan iklim sekaligus bagian dari upaya membangun budaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui Gerakan 1.000 Cahaya, masyarakat diajak untuk berperan aktif menciptakan solusi yang berkelanjutan dan mendukung upaya penghematan energi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen menekankan pentingnya penguatan Gerakan Sekolah Asri dan Budaya Rukun di lingkungan pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, aman, dan harmonis sehingga mampu membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.

Ia menilai berbagai program lingkungan di sekolah tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Usai melakukan penanaman mangrove, Abdul Mu’ti meninjau sejumlah stan Unit Kegiatan Sekolah (UKS) yang ditampilkan siswa SMA Negeri 8 Balikpapan. Berbagai inovasi dan karya siswa di bidang kesehatan, lingkungan, dan pendidikan turut dipamerkan sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

Mengusung tema “Lestarikan Alam Indonesia, Wariskan Hijau untuk Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan pemerintah dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Masa depan yang hijau dan damai hanya dapat terwujud melalui tindakan nyata yang dilakukan secara bersama-sama. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” pungkas Abdul Mu’ti.

 

ADV Diskominfo Kota Samarinda
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH