Menu

Mode Gelap
Dari Lapangan Pesantren Menuju Mimpi Besar, RHQ Football Academy Padukan Sepak Bola dan Hafalan Al-Qur’an Dari Dunia Usaha ke DPRD Samarinda, Arie Wibowo Fokus Kawal Infrastruktur dan Aspirasi Warga Stafsus Presiden Dorong UMKM Manfaatkan AI, Tiar Nabilla: Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

IKN NUSANTARA · 6 Jun 2026 10:00 WITA ·

IKN Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, Otorita Perkuat Kolaborasi Menuju Greater Nusantara


 Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menggelar program Jumat Belajar di Kantor Otorita IKN, Jumat (5/6/2026), dengan membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi guna memperkuat kolaborasi dan mendorong pertumbuhan Greater Nusantara. Foto: Dok. Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN bersama akademisi dari Jepang menggelar program Jumat Belajar di Kantor Otorita IKN, Jumat (5/6/2026), dengan membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi guna memperkuat kolaborasi dan mendorong pertumbuhan Greater Nusantara. Foto: Dok. Humas Otorita IKN.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya. Tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, Nusantara juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi regional melalui kolaborasi yang terintegrasi dengan kota dan kabupaten di sekelilingnya.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk Regional Collaboration for Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy) dan Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region, yang digelar Jumat (5/6/2026).

Dalam forum tersebut, Otorita IKN bersama akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi agar manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara lebih luas oleh daerah-daerah di sekitarnya.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah berbagai praktik kerja sama antarpemerintah daerah di sejumlah negara. Dari Jepang, Nara Model dinilai sebagai contoh kolaborasi yang fleksibel dan berbasis kebutuhan daerah. Model ini memungkinkan setiap wilayah bekerja sama sesuai kepentingannya, mulai dari sektor transportasi, logistik, tenaga kerja, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi, tanpa harus membentuk organisasi baru yang bersifat kaku.

Forum tersebut juga mengulas pengalaman Emilia-Romagna di Italia yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar global. Sementara itu, pengalaman pengelolaan kawasan Jabodetabekpunjur menunjukkan bahwa keberhasilan kerja sama regional tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga memerlukan mekanisme implementasi dan koordinasi yang efektif.

Sebagai kota yang dibangun melalui perencanaan jangka panjang, IKN dirancang tidak hanya menjadi pusat administrasi negara, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Investasi yang terus masuk, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi telah menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan sekitar.

Dampak tersebut mulai terlihat berdasarkan Kajian Dampak Ekonomi yang dilakukan melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP). Hasil kajian menunjukkan Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen dan penurunan tingkat kemiskinan (P0) sebesar 0,45 persen dibandingkan sebelum pembangunan IKN dimulai.

Kajian itu juga menunjukkan bahwa Kota Balikpapan berperan sebagai gerbang utama investasi menuju IKN, sementara Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara memperoleh manfaat ekonomi melalui efek limpahan (spillover effect) dari pembangunan Nusantara.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Nusantara tidak dapat dipisahkan dari peran daerah-daerah di sekitarnya. Menurutnya, konsep pembangunan yang diusung adalah membangun ekosistem kawasan yang saling mendukung.

“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujar Pungky.

Ia menjelaskan, dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP) muncul kebutuhan untuk memperluas cakupan kerja sama regional agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus memastikan manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara merata.

Sejalan dengan hal tersebut, konsep Tiga Kota yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 berkembang menjadi konsep Greater Nusantara, yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Perluasan kawasan ini didasarkan pada kuatnya keterkaitan wilayah-wilayah tersebut dengan IKN, baik sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, simpul logistik, kawasan industri, maupun bagian penting dari rantai pasok ekonomi regional.

Profesor dari Toyo University, Norihisa Shima, menilai pembangunan IKN akan memberikan dampak yang jauh lebih besar apabila setiap daerah di sekitarnya memiliki peran yang jelas dan terintegrasi.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” kata Shima.

Sementara itu, Profesor dari The University of Tokyo, Fumihiko Seta, mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara. Menurutnya, pengelolaan kawasan metropolitan yang baik akan menjadi kunci keberhasilan IKN dalam jangka panjang.

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ujar Seta.

Melalui pengembangan konsep Greater Nusantara, Otorita IKN terus mendorong kolaborasi lintas wilayah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas. Dengan sinergi yang kuat antara IKN dan daerah sekitarnya, Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menanam Pohon Jadi Budaya Baru di IKN, Basuki: “Ini Lifestyle Kami”

6 Juni 2026 - 09:00 WITA

bas1

Satwa Liar Kembali Bermunculan di IKN, Bukti Ekosistem Nusantara Mulai Pulih

5 Juni 2026 - 10:30 WITA

oikn001

Iduladha Pertama di Masjid Negara IKN, Ribuan Paket Kurban Disalurkan Untuk Warga dan Pekerja

28 Mei 2026 - 12:30 WITA

nusantara01

Seminar Nasional di Unmul, Otorita IKN Tegaskan Pembangunan Nusantara Tetap Berjalan dan Ramah Lingkungan

25 Mei 2026 - 17:00 WITA

unmul02

Otorita IKN Tegaskan Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Fondasi Generasi Masa Depan

21 Mei 2026 - 19:00 WITA

ikn765

IKN Dipastikan Terus Berjalan, Otorita Tegaskan Tak Ada Istilah Mangkrak

21 Mei 2026 - 13:00 WITA

ikn89898
Trending di IKN NUSANTARA