Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 27 Jul 2026 18:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Dugaan ASN Keluyuran Saat Jam Kerja, Minta Disiplin Diperketat


 Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyoroti dugaan ASN yang tidak berada di tempat tugas saat jam kerja dan meminta pemerintah memperketat pengawasan demi menjaga kualitas pelayanan publik. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyoroti dugaan ASN yang tidak berada di tempat tugas saat jam kerja dan meminta pemerintah memperketat pengawasan demi menjaga kualitas pelayanan publik. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyoroti dugaan adanya aparatur sipil negara (ASN) yang tidak berada di tempat tugas saat jam kerja. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda karena berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Ronal kepada awak media, Senin (27/7/2026). Ia mengaku prihatin atas adanya temuan tersebut dan meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi serta memperkuat pengawasan terhadap kedisiplinan ASN di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ini cukup membuat kita kaget. Seharusnya ASN pada jam kerja melaksanakan tugas di instansi masing-masing. Hal seperti ini harus dievaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan, termasuk berada di tempat kerja selama jam pelayanan. Ketidakhadiran tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dinilai dapat menghambat pelayanan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ronal menegaskan, persoalan disiplin ASN menjadi semakin penting di tengah kondisi keuangan daerah yang membutuhkan efisiensi dan optimalisasi setiap sumber daya pemerintah. Karena itu, ia meminta perangkat daerah yang menangani kepegawaian bersama seluruh OPD meningkatkan pengawasan dan memastikan setiap pegawai menjalankan tugas secara profesional.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan pesan Wali Kota Samarinda terkait penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, perbaikan tata kelola harus dimulai dari kedisiplinan aparatur sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Ronal menyebut ketentuan mengenai disiplin ASN telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Setiap pelanggaran dapat ditindak sesuai tingkat kesalahan dan mekanisme yang berlaku, mulai dari teguran hingga sanksi kepegawaian yang lebih berat.

“Pelayanan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia menambahkan, ASN menerima penghasilan yang bersumber dari anggaran negara dan daerah, yang pada akhirnya berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak dan penerimaan lainnya. Karena itu, kewajiban memberikan pelayanan secara optimal harus menjadi bagian dari tanggung jawab setiap aparatur.

Ronal berharap evaluasi dan pengawasan yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang disiplin dan berorientasi pada pelayanan. Dengan demikian, keberadaan ASN benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH