Menu

Mode Gelap
Enam Fraksi DPRD Balikpapan Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Hasil Uji Debu di Kilang Pertamina Dinyatakan Aman, Pemkot Minta Sop Dievaluasi Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

BERITA DAERAH · 12 Jun 2026 10:00 WITA ·

Konvensi Media Siber di Samarinda Bahas Masa Depan Pers Nasional, Hadirkan Empat Narasumber Terkemuka


 Flyer para narasumber yang akan tampil dalam Konvensi Media Siber sebagai pembuka rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 bertema Perbesar

Flyer para narasumber yang akan tampil dalam Konvensi Media Siber sebagai pembuka rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 bertema "Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam" di Samarinda. Foto: Dok. Panitia Pelaksana.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Industri pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam Konvensi Media Siber di Hotel Claro Pandurata, Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian acara Wartawan Legend Bedapatan ke-4 yang mengusung tema “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam.”

Konvensi tersebut menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi di bidang media, hukum, dan komunikasi. Tiga di antaranya berasal dari Jakarta, yakni Abdul Manan, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Dr. Agung Darmasasongko, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kementerian Hukum RI, serta Upi Asmaradhana, CEO KGI Network sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Sementara narasumber dari Kalimantan Timur adalah HM Faisal, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur.

Ketua Panitia Pelaksana, Charles Siahaan, mengatakan tema yang diangkat dipilih untuk membahas kondisi industri perusahaan pers yang kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan model bisnis hingga persoalan nilai ekonomi karya jurnalistik.

“Kami ingin mengetahui bagaimana kondisi industri pers saat ini, bukan hanya di Kalimantan Timur tetapi juga secara nasional,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Charles, karya jurnalistik sejatinya memiliki nilai ekonomi yang besar. Namun hingga kini, produk jurnalistik belum sepenuhnya memperoleh penghargaan yang sepadan, meski masyarakat telah mengeluarkan biaya untuk mengakses informasi melalui pembelian surat kabar maupun paket data internet.

“Masyarakat sudah membayar untuk memperoleh berita, tetapi karya jurnalistik belum dianggap memiliki nilai ekonomi yang semestinya,” katanya.

Konvensi Media Siber dijadwalkan dimulai pukul 13.00 Wita dengan peserta yang terdiri atas para pemimpin redaksi media cetak, elektronik, dan media daring dari seluruh Kalimantan Timur. Saat ini tercatat terdapat sekitar 47 perusahaan media di Kalimantan Timur yang telah terverifikasi secara administratif maupun faktual oleh Dewan Pers.

Panitia juga membuka kesempatan bagi pemimpin redaksi dan wartawan dari media yang belum terverifikasi untuk ikut berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pers di daerah.

“Datang saja, karena ini adalah acara kita bersama sebagai insan pers,” ucap Charles.

Selain kalangan media, panitia turut mengundang kepala Dinas Kominfo dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur serta para Sekretaris DPRD. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan pers dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan profesional.

Usai konvensi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend, sebuah agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan keempat sejak pertama kali digagas pada 2021. Sebelumnya, kegiatan ini pernah dilaksanakan di Samarinda, Bontang, dan Balikpapan.

“Tahun ini kembali digelar di Samarinda, dan mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung di kabupaten atau kota lainnya,” ujar Charles.

Salah satu tradisi yang selalu mewarnai Wartawan Legend Bedapatan adalah pelaksanaan haul untuk mendoakan para wartawan Kalimantan Timur yang telah wafat. Berdasarkan catatan panitia, sedikitnya 120 wartawan yang pernah mengabdikan diri di dunia pers Kalimantan Timur akan didoakan dalam kegiatan tersebut.

Panitia juga mengundang berbagai tokoh masyarakat serta pejabat daerah untuk menghadiri acara itu, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para insan pers yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui karya jurnalistiknya.

 

Sumber : Charles Siahaan
Editor : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Enam Fraksi DPRD Balikpapan Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

20 Juli 2026 - 12:00 WITA

C6

Hasil Uji Debu di Kilang Pertamina Dinyatakan Aman, Pemkot Minta Sop Dievaluasi

20 Juli 2026 - 11:00 WITA

C5

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1

DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan

18 Juli 2026 - 21:00 WITA

ab46
Trending di BERITA DAERAH