Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 12 Jun 2026 09:00 WITA ·

Platform Keempat Resmi Berproduksi, PHM Perkuat Pasokan Gas dari WK Mahakam


 PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan onstream Platform WPN-6 pada Proyek Sisi Nubi AOI 1-3-5 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Capaian ini menjadikan WPN-6 sebagai platform keempat yang resmi berproduksi dari total enam platform yang dikembangkan dalam proyek tersebut. Foto: Dok. PHM-PHI. Perbesar

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan onstream Platform WPN-6 pada Proyek Sisi Nubi AOI 1-3-5 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Capaian ini menjadikan WPN-6 sebagai platform keempat yang resmi berproduksi dari total enam platform yang dikembangkan dalam proyek tersebut. Foto: Dok. PHM-PHI.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan sektor hulu migas dengan berhasil melakukan onstream Platform WPN-6 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Kalimantan Timur. Keberhasilan ini menjadikan WPN-6 sebagai platform keempat yang resmi berproduksi dari total enam platform yang dikembangkan dalam proyek tersebut.

Onstream Platform WPN-6 diawali dengan mulai beroperasinya sumur NB-601 pada 5 Juni 2026 yang mampu menghasilkan produksi gas sekitar 6 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Selanjutnya, sumur NB-603 mulai beroperasi pada 8 Juni 2026 dengan produksi mencapai 8 MMSCFD.

Seiring proses optimalisasi dan stabilisasi sumur serta fasilitas produksi, kedua sumur tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produksi hingga 20 MMSCFD, sehingga memberikan tambahan kontribusi terhadap pasokan gas nasional.

Keberhasilan ini melanjutkan rangkaian pencapaian proyek SNB AOI 1-3-5 setelah sebelumnya Platform WPS-4 berhasil onstream pada 4 Desember 2025, disusul WPS-5 pada 23 Februari 2026, dan WPN-7 pada 23 Maret 2026. Dengan demikian, pengembangan lapangan berjalan secara bertahap dan sesuai target yang telah ditetapkan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

“Pencapaian pada proyek ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dari WK Mahakam guna mendukung swasembada energi,” ujarnya.

Menurut Setyo, PHM bersama PT Pertamina Hulu Indonesia sebagai induk usaha terus berkomitmen menjalankan proyek investasi dan operasi hulu migas yang mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, kepatuhan, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara.

“Keberhasilan onstream ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan inovasi dan teknologi menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi tantangan lapangan migas yang telah memasuki fase mature, sehingga laju penurunan produksi alamiah dapat ditekan.

“Inovasi dan teknologi menjadi langkah strategis untuk mempertahankan tingkat produksi,” jelas Setyo.

Keberhasilan onstream Platform WPN-6 tidak terlepas dari kesiapan seluruh tim yang menjalankan berbagai tahapan pengujian teknis sebelum produksi dimulai. Proses tersebut meliputi Emergency Shutdown (ESD) Test untuk memastikan sistem keselamatan bekerja optimal, clean up sumur, hingga leak test menggunakan nitrogen guna memastikan seluruh fasilitas bebas dari kebocoran.

Selain kesiapan teknis, kolaborasi lintas fungsi di lingkungan perusahaan serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek tersebut.

“Kolaborasi lintas tim dan dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pencapaian proyek ini,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas, PHM terus mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional serta mendukung ketahanan energi Indonesia.

 

Sumber: Pertamina Hulu Mahakam - Pertamina Hulu Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH