Menu ✖

Mode Gelap
Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

BERITA DAERAH · 18 Jun 2026 14:30 WITA ·

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Kebakaran, Masukan Publik Jadi Bahan Penyempurnaan


 Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memberikan keterangan usai uji publik Raperda tentang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Kamis (18/6/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memberikan keterangan usai uji publik Raperda tentang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Kamis (18/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah melalui uji publik yang digelar di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Jalan H.A.M. Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, dan anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. Forum ini diikuti unsur pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat untuk memberikan masukan terhadap substansi rancangan peraturan.

Usai kegiatan, Novan menjelaskan bahwa pembahasan Raperda kini memasuki tahapan penting, yakni menyerap aspirasi publik sebelum dilakukan penyempurnaan naskah.

“Saat ini pembahasannya sudah masuk tahap uji publik,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah masukan telah disampaikan peserta, baik terhadap isi draf Raperda maupun naskah akademik yang menjadi dasar penyusunannya. Seluruh usulan tersebut akan dikaji oleh Pansus sebelum masuk ke tahap pembahasan berikutnya.

Menurut Novan, setiap masukan yang diterima harus diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi agar produk hukum yang dihasilkan tidak bertentangan dengan regulasi nasional maupun kewenangan pemerintah daerah.

Salah satu isu yang banyak mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah penanganan pascakebakaran. Ia menilai proses penanganan korban tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

“Penanganannya melibatkan banyak instansi,” katanya.

Ia mencontohkan, selain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan maupun BPBD, penanganan korban juga memerlukan keterlibatan Dinas Sosial serta perangkat daerah lainnya. Karena itu, diperlukan dasar hukum yang jelas agar koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih efektif.

Novan menambahkan, tidak semua usulan yang disampaikan dalam uji publik akan dimasukkan ke dalam batang tubuh Perda. Sejumlah ketentuan yang bersifat teknis dimungkinkan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Wali Kota agar pelaksanaannya lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, DPRD juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dalam menyusun regulasi. Menurutnya, setiap ketentuan yang dimuat dalam Perda harus realistis sehingga dapat diterapkan secara optimal oleh pemerintah.

“Jangan sampai Perdanya sulit dilaksanakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Raperda ini tidak hanya mengatur langkah pencegahan kebakaran, tetapi juga mencakup penanggulangan saat kejadian hingga mekanisme penanganan pascabencana. Regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kebakaran dan penyelamatan di Kota Samarinda sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Novan berharap proses pembahasan dapat berjalan sesuai tahapan sehingga Raperda Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dapat disahkan sebelum akhir tahun 2026.

“Target kami bisa disahkan pada Desember tahun ini,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

m56

Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

m54

Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

9 Oktober 2026 - 08:00 WITA

m53

Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

9 Oktober 2026 - 07:00 WITA

markaca

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51
Trending di BERITA DAERAH