KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar Guru Mengaji se-Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026, yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik Al-Qur’an sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di daerah.
Kegiatan tersebut diikuti 500 guru mengaji yang berasal dari 16 kecamatan di Kukar. Pelaksanaannya diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, penguasaan ilmu tajwid dan makhraj, serta kualitas metode pembelajaran yang diterapkan kepada para peserta didik.
Dalam sambutannya, Sunggono menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kukar, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia menyebutkan, sertifikasi guru mengaji ini merupakan pelaksanaan perdana di Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh tenaga pendidik yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap pembentukan karakter generasi muda.
“Ini merupakan ikhtiar yang patut kita dukung bersama karena berkaitan dengan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, dan masa depan generasi penerus Kukar,” ujar Sunggono.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pelayanan publik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi prioritas, terutama dalam membentuk generasi yang cerdas, terampil, beriman, dan berakhlak mulia.
Dalam konteks tersebut, pendidikan Al-Qur’an dinilai memiliki peran mendasar. Pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama.
Sunggono menilai, guru mengaji memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi karakter anak sejak usia dini. Meski proses pembelajaran berlangsung dalam kegiatan sehari-hari yang terlihat sederhana, peran tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan kepribadian dan perilaku generasi mendatang.
“Oleh karena itu, guru mengaji membutuhkan kesabaran, kompetensi, keteladanan, dan komitmen pengabdian yang kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sertifikasi tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan administratif atau sekadar memperoleh pengakuan berupa sertifikat. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi instrumen evaluasi untuk memastikan para guru mengaji memiliki kemampuan yang memadai dalam menyampaikan materi pembelajaran Al-Qur’an.
Melalui sertifikasi dan munaqosyah akbar ini, kemampuan peserta diharapkan dapat dinilai secara objektif. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam ketepatan bacaan, penerapan tajwid, pengucapan makhraj huruf, serta kemampuan membimbing peserta didik sesuai dengan kaidah yang benar.
Sunggono juga mengungkapkan, sebelum mengikuti sertifikasi dan munaqosyah akbar, para peserta telah menjalani program Tahsin Al-Qur’an selama tiga bulan, yakni pada April, Mei, dan Juni 2026.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum peserta mengikuti proses penilaian. Ia menilai, peningkatan kompetensi membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan, latihan yang konsisten, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Kepada 500 peserta, Sunggono berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi dan munaqosyah dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para guru mengaji menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus mengenali aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Bagi peserta yang dinyatakan kompeten, ia berharap hasil tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan metode pembelajaran. Sementara itu, peserta yang masih membutuhkan peningkatan kemampuan diharapkan tidak berkecil hati, tetapi menjadikan hasil penilaian sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas diri.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari terlaksananya sertifikasi, tetapi juga dari keberlanjutan pembinaan setelah kegiatan berakhir. Karena itu, pendampingan, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kompetensi secara berkala perlu terus dilakukan agar kualitas pendidikan Al-Qur’an semakin merata di seluruh wilayah Kukar.
Dalam hal ini, Sunggono mendorong LPTQ dan BKPAKSI Kukar memperkuat sinergi dalam menyusun dan melaksanakan program pembinaan guru mengaji secara terarah dan berkelanjutan. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting agar hasil sertifikasi dapat ditindaklanjuti melalui peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai program yang memperkuat pendidikan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan Al-Qur’an, ulama, guru mengaji, keluarga, hingga masyarakat.
Salah satu upaya yang turut disorot adalah Gerakan Etam Mengaji, yang menjadi bagian dari penguatan budaya membaca dan mempelajari Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui gerakan tersebut, pendidikan Al-Qur’an diharapkan semakin mudah dijangkau dan mampu memberikan pembelajaran yang benar, berkualitas, serta menyenangkan bagi anak-anak.
Sunggono juga mengingatkan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu melalui perkataan, tetapi harus mampu memberikan teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Keteladanan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda.
Ia berharap Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar Guru Mengaji Tahun 2026 menjadi titik awal bagi peningkatan kompetensi pendidik Al-Qur’an sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan tersebut kemudian resmi dibuka oleh Sunggono dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan lahir guru-guru mengaji yang semakin kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam membentuk generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















