KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pelayanan keluarga berencana (KB) gratis dapat diakses masyarakat melalui berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Layanan ini tersedia secara berkelanjutan untuk membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran sesuai kebutuhan keluarga.
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan pelayanan KB gratis tidak hanya dilaksanakan pada momentum peringatan tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan rutin yang diberikan melalui fasilitas kesehatan di wilayah Kukar.
“Pelayanan KB gratis tetap berjalan setiap saat melalui puskesmas, klinik, maupun rumah sakit, tidak hanya pada momentum tertentu,” ujar Sri Lindawati, Sabtu (17/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini DP2KB Kukar juga melaksanakan pelayanan KB dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memenuhi target pelayanan kontrasepsi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap program keluarga berencana.
Dalam pelaksanaannya, pelayanan tersebut memprioritaskan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), khususnya intrauterine device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim dan implan. Kedua metode tersebut menjadi pilihan kontrasepsi yang dapat digunakan untuk membantu pasangan mengatur kehamilan dalam jangka waktu lebih panjang.
Menurut Sri Lindawati, penyediaan layanan kontrasepsi bertujuan memberikan kemudahan bagi pasangan usia subur untuk memperoleh metode KB sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Dengan adanya pelayanan gratis, masyarakat diharapkan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan.
Ia menambahkan, secara umum pasangan usia subur yang membutuhkan kontrasepsi dapat mengakses pelayanan KB dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pemilihan metode tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta kesesuaian dengan kebutuhan calon akseptor.
Sementara itu, untuk metode kontrasepsi permanen, seperti metode operasi pria (MOP) dan metode operasi wanita (MOW), terdapat persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum tindakan dilakukan. Persyaratan tersebut berkaitan dengan pertimbangan medis, termasuk usia dan paritas atau jumlah anak yang telah dilahirkan, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pasangan usia subur yang membutuhkan kontrasepsi dapat mengakses layanan KB. Namun, MOP dan MOW memiliki persyaratan medis tersendiri,” jelasnya.
DP2KB Kukar berharap masyarakat semakin memahami bahwa pelayanan KB gratis tersedia melalui fasilitas kesehatan dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diimbau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh informasi yang tepat mengenai manfaat, risiko, serta pilihan metode kontrasepsi.
Melalui pelayanan tersebut, pemerintah daerah berupaya mendukung perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab. Selain membantu mengatur jarak kelahiran, penggunaan kontrasepsi yang sesuai juga diharapkan dapat mendukung kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















