Menu

Mode Gelap
Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

BERITA DAERAH · 6 Jul 2026 15:00 WITA ·

Komisi I DPRD Samarinda Evaluasi Serapan Anggaran, Dorong OPD Tingkatkan PAD pada 2027


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menjelaskan evaluasi difokuskan pada realisasi penyerapan anggaran OPD mitra kerja sebagai dasar penyusunan APBD Tahun 2027 yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menjelaskan evaluasi difokuskan pada realisasi penyerapan anggaran OPD mitra kerja sebagai dasar penyusunan APBD Tahun 2027 yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi I DPRD Kota Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja untuk mengevaluasi realisasi penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2026 sekaligus membahas rencana program dan kegiatan Tahun Anggaran 2027. Rapat berlangsung di Ruang Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Senin (6/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, didampingi Sekretaris Komisi I serta anggota Komisi I, yakni Ronal Stephen Lonteng, Muhammad Yusran, Markaca, dan Aris Mulyanata. Salah satu OPD yang mengikuti pembahasan adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda.

Samri mengatakan, rapat tersebut bertujuan memantau perkembangan realisasi anggaran seluruh mitra kerja Komisi I sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” ujar Samri usai rapat.

Ia menjelaskan, hingga awal semester kedua 2026 rata-rata serapan anggaran OPD mitra kerja Komisi I masih berada di kisaran 33 persen. Angka tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar mengingat sebagian besar program fisik maupun nonfisik masih berlangsung dan akan terealisasi secara bertahap hingga akhir tahun anggaran.

Meski demikian, Samri menegaskan kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan menuntut seluruh OPD lebih kreatif dalam menyusun program kerja. Menurutnya, setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah harus mampu menghasilkan manfaat nyata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta jika memungkinkan turut berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap program harus memberi manfaat, bukan sekadar menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Ia mencontohkan salah satu potensi yang masih dapat dioptimalkan adalah penataan jaringan utilitas milik perusahaan telekomunikasi. Selain memperbaiki estetika kota, penataan tersebut dinilai berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah apabila dikelola melalui regulasi yang tepat.

Selain itu, Samri mengingatkan adanya kebijakan pemerintah pusat yang mengarahkan belanja birokrasi maksimal sebesar 30 persen dari APBD. Sementara itu, proporsi belanja birokrasi di Kota Samarinda dinilai masih berada di atas ketentuan tersebut sehingga diperlukan penyesuaian secara bertahap agar alokasi anggaran lebih banyak diarahkan untuk program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk semakin mandiri dalam mengelola keuangan daerah melalui optimalisasi berbagai sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.

Samri menyebut masih terdapat sejumlah potensi PAD yang dapat ditingkatkan, di antaranya melalui pengelolaan parkir, reklame, pemanfaatan ruang publik, penataan perizinan usaha, hingga pengawasan terhadap objek-objek pendapatan yang berpotensi mengalami kebocoran.

“Masih banyak potensi PAD yang harus kita optimalkan,” katanya.

Komisi I DPRD Kota Samarinda berharap hasil evaluasi penyerapan anggaran Tahun 2026 menjadi acuan bagi seluruh OPD dalam menyusun program Tahun Anggaran 2027. Program yang dirancang diharapkan lebih efektif, efisien, berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga Kota Samarinda semakin mandiri dan tidak bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1

DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan

18 Juli 2026 - 21:00 WITA

ab46

KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

18 Juli 2026 - 20:00 WITA

ab45

KONI Kaltim Ajak Cabor Samarinda Perkuat Soliditas Menuju Porprov VIII

18 Juli 2026 - 19:00 WITA

ab44
Trending di BERITA DAERAH