KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan selama dua hari, 19–20 Oktober 2026, di Grand Elty Singgasana Hotel, Tenggarong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam mengolah dan menyajikan makanan yang bersih, sehat, serta aman dikonsumsi guna mencegah risiko keracunan pangan.
Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Dinkes Kukar, Mukmin Nasri, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas SDM kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat yang terlibat dalam penyediaan makanan siap saji.
Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari tenaga kesehatan dan tenaga medis, tetapi juga dari berbagai unit usaha serta fasilitas pelayanan yang menangani penyediaan makanan.
“Pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan makanan siap saji,” ujar Mukmin, Selasa (20/10/2026).
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah unit pelayanan dan penyediaan makanan, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), usaha katering, rumah sakit, kantin, serta fasilitas pelayanan lainnya.
Mukmin menjelaskan, para peserta telah bekerja di unit masing-masing sehingga pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan mereka dalam menerapkan standar keamanan pangan. Pemahaman tersebut mencakup proses pengolahan, kebersihan peralatan, penggunaan perlengkapan pelindung, hingga penyajian makanan kepada konsumen.
Ia menegaskan, penerapan prinsip keamanan pangan sangat penting untuk memastikan makanan yang disajikan tidak terkontaminasi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.
“Peserta dibekali pemahaman tentang pengelolaan makanan yang sehat dan aman, termasuk pencegahan keracunan pangan,” jelasnya.
Pelatihan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Kementerian Kesehatan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga terintegrasi dengan sistem pembelajaran dan sertifikasi Kementerian Kesehatan melalui Learning Management System (LMS).
Melalui sistem tersebut, peserta mengikuti materi pembelajaran dan tes sebagai bagian dari evaluasi pemahaman. Selain teori, mereka juga mendapatkan pembelajaran praktik dengan total beban sebanyak 18 jam pelajaran.
Pada hari kedua, peserta dijadwalkan mengikuti praktik terkait penggunaan peralatan dan perlengkapan pengolahan makanan. Materi tersebut antara lain mencakup penggunaan celemek dan perlengkapan pendukung untuk menjaga kebersihan selama proses pengolahan maupun penyajian.
Menurut Mukmin, praktik langsung diperlukan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari di tempat kerja.
“Kami berharap peserta benar-benar memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan sebelum disajikan,” katanya.
Untuk menunjang kegiatan, Dinkes Kukar menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinkes Kukar. Para narasumber memberikan materi sesuai kebutuhan peningkatan kapasitas penjamah pangan, terutama dalam penerapan prinsip keamanan pangan siap saji.
Mukmin menambahkan, pelatihan dengan format pembelajaran terintegrasi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Dinkes Kukar. Sebelumnya, kegiatan peningkatan kapasitas serupa lebih banyak dilaksanakan melalui pertemuan singkat.
Melalui pelatihan ini, Dinkes Kukar berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Mereka juga diharapkan mampu meneruskan pemahaman tersebut kepada rekan kerja dan masyarakat yang terlibat dalam penyediaan makanan.
Dengan meningkatnya kompetensi para penjamah pangan, pengelolaan makanan siap saji di Kukar diharapkan semakin memperhatikan standar kebersihan dan keamanan, sehingga risiko kontaminasi serta gangguan kesehatan akibat makanan dapat diminimalkan.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















