KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah bersama kalangan pendidik mulai menyosialisasikan implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan anak usia dini sekaligus mempersiapkan anak agar lebih siap memasuki jenjang sekolah dasar (SD), baik dari segi kemampuan belajar, kemandirian, maupun pembentukan karakter.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah sebagai fondasi perkembangan anak. Kesiapan memasuki SD dinilai tidak cukup hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, mengelola emosi, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pentingnya pendidikan sejak usia dini turut menjadi perhatian dalam Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI bersama para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Balikpapan, Selasa (20/10/2026).
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., menekankan bahwa keberhasilan pendidikan prasekolah membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Menurutnya, guru tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
“Pendidikan anak usia dini bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga orang tua. Pendampingan keluarga sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” ujar Nurlena.
Ia menjelaskan, anak perlu mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan agar dapat berkembang sesuai tahapan usianya. Karena itu, penerapan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah perlu diiringi dengan peningkatan kesadaran orang tua mengenai pola pengasuhan serta kebutuhan pendidikan anak.
Menurut Nurlena, masa sebelum memasuki SD merupakan periode penting untuk membangun fondasi karakter dan kemampuan dasar anak. Selain mengenal aktivitas pembelajaran, anak perlu dibiasakan bersikap mandiri, disiplin, kreatif, percaya diri, serta mampu menghargai orang lain.
“Persiapan masuk SD bukan sekadar kemampuan akademik. Anak juga perlu memiliki kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi,” katanya.
Nurlena berharap, pemahaman tersebut dapat mendorong orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak dalam proses belajar, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan. Dengan pendampingan yang tepat, anak diharapkan lebih siap menghadapi perubahan lingkungan dan aktivitas ketika mulai menempuh pendidikan dasar.
Di sisi lain, para pendidik PAUD juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak. Proses belajar perlu dirancang secara interaktif, menyenangkan, serta memberikan ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, dan mengembangkan rasa ingin tahu.
Pendekatan tersebut penting agar pelaksanaan pendidikan prasekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, emosional, fisik, dan kemampuan berpikir anak secara menyeluruh.
Kesehatan dan Pendidikan Saling Berkaitan
Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup sosialisasi kesehatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Istri Karyawan Angkasa Pura Indonesia. Kegiatan ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.
Kesehatan yang terjaga, lingkungan keluarga yang mendukung, serta proses pembelajaran yang berkualitas merupakan unsur yang saling berkaitan dalam membantu anak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, perhatian terhadap pendidikan prasekolah perlu berjalan beriringan dengan kesadaran mengenai pola hidup sehat dan pengasuhan yang tepat.
Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota Balikpapan. Melalui perluasan akses pendidikan, semakin banyak anak diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pendidikan prasekolah bukan sekadar tahapan administratif sebelum masuk SD, melainkan proses penting untuk membangun fondasi pengetahuan, karakter, dan keterampilan sosial anak sejak dini.
Dengan dukungan orang tua, peningkatan kompetensi guru, serta lingkungan yang sehat dan ramah anak, pelaksanaan program tersebut diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Kota Balikpapan.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















