KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada musim kemarau.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman parkir Balai Kota Balikpapan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan melibatkan distributor, petani, serta pelaku usaha pangan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan berbelanja dengan harga yang bersaing.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Badan Pangan Nasional yang meminta pemerintah daerah melakukan langkah konkret untuk mengendalikan harga pangan.
“Harga pangan sedang naik, terutama saat musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah diminta menggelar GPM,” ujar Sri, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan GPM selama tiga hari bertujuan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan durasi tersebut, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan warga yang datang pada hari pertama, tetapi juga masyarakat yang berkunjung hingga hari terakhir pelaksanaan.
Dalam penyelenggaraannya, DKP3 Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sekitar 17 unsur distributor pangan dan petani cabai. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung ketersediaan berbagai komoditas sekaligus menjaga harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen.
Pemkot Balikpapan juga telah menyurati para pelaku usaha yang berpartisipasi agar menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar atau setidaknya setara dengan harga distributor maupun harga di tingkat petani. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Sri menjelaskan, intervensi harga melalui GPM menjadi salah satu langkah yang relevan ketika sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Cabai dan telur, misalnya, menjadi bahan pangan yang perlu mendapat perhatian karena perubahan harganya dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
“Melalui GPM, kami berupaya meringankan beban masyarakat saat harga sejumlah bahan pangan meningkat,” jelasnya.
Sediakan Beragam Kebutuhan Pokok
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pangan, mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, daging beku, hingga ayam beku. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 11 jenis sembako dan bahan pokok penting yang menjadi bagian dari pelaksanaan GPM.
Selain kebutuhan pokok tersebut, tersedia pula cabai, buah-buahan, serta beragam produk pangan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran berbagai komoditas ini diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan rumah tangga dalam satu lokasi dengan pilihan harga yang lebih kompetitif.
Pemkot Balikpapan juga bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan layanan penukaran gas LPG 3 kilogram selama kegiatan berlangsung. Layanan tambahan tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Melalui penyediaan beragam komoditas dan layanan pendukung, pemerintah ingin memastikan kegiatan GPM memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keterlibatan distributor dan petani juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemasok dan konsumen sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi pangan.
Di sisi lain, pelaksanaan GPM menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya ketika harga sejumlah komoditas mengalami tekanan akibat perubahan kondisi pasokan dan distribusi.
Pemkot Balikpapan mengimbau masyarakat memanfaatkan pelaksanaan GPM yang berlangsung hingga 23 Oktober 2026 untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Melalui kolaborasi pemerintah, distributor, petani, dan pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana belanja murah, tetapi juga mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan di Kota Balikpapan.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















