Menu ✖

Mode Gelap
Bahlil Ancam Evaluasi Kontrak dan Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Hargai Indonesia Proyek JNE-6 dan Lapangan Maha Tambah Pasokan Gas Nasional hingga 290 MMSCFD Pemkot Balikpapan Perkuat Keamanan Pangan, Cegah Stunting Sejak Dini Pemkot Balikpapan Siapkan Paket Pangan Murah, Diskon Hingga Rp15 Ribu Iswandi Soroti Kesiapan Koperasi Merah Putih di Samarinda, Minta Sistem dan Lahan Dikaji

BERITA DAERAH · 22 Okt 2026 17:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Perkuat Keamanan Pangan, Cegah Stunting Sejak Dini


 Penjabat Sekda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menegaskan pentingnya keamanan dan kelayakan pangan dalam pencegahan stunting. Ia meminta setiap OPD memastikan makanan yang disediakan melalui program pemerintah aman, bergizi, dan memenuhi standar konsumsi. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Penjabat Sekda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menegaskan pentingnya keamanan dan kelayakan pangan dalam pencegahan stunting. Ia meminta setiap OPD memastikan makanan yang disediakan melalui program pemerintah aman, bergizi, dan memenuhi standar konsumsi. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menekankan pentingnya keamanan dan kelayakan pangan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Langkah ini dilakukan dengan memastikan makanan yang disediakan melalui program pemerintah maupun yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari aman, bergizi, dan bebas dari bahan berbahaya.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi di bidang kesehatan. Pemenuhan gizi yang baik harus didukung dengan ketersediaan bahan pangan yang aman dan layak konsumsi sejak proses penyediaan hingga makanan dikonsumsi.

Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyusun maupun melaksanakan program pengadaan makanan perlu memastikan penyedia atau pihak yang bekerja sama memenuhi standar keamanan pangan. Hal tersebut penting agar makanan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar mendukung kebutuhan gizi, terutama bagi kelompok yang menjadi sasaran program penanganan stunting.

“Dalam program penanganan stunting, makanan harus dipastikan layak konsumsi. OPD perlu memastikan penyedia menggunakan bahan pangan yang aman,” ujar Agus, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan, perhatian terhadap keamanan pangan tidak boleh terbatas pada program pemerintah. Edukasi dan pengawasan juga perlu diperluas ke lingkungan masyarakat agar kesadaran dalam memilih makanan sehat semakin meningkat.

Agus menjelaskan, stunting merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi sejak dini dan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari turut menjadi perhatian dalam upaya pencegahannya.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan gizi sejak dari hulu,” katanya.

Jajanan Anak Sekolah Jadi Perhatian

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Pemkot Balikpapan adalah keamanan jajanan anak sekolah. Agus menilai, kebiasaan anak membeli makanan dari pedagang di sekitar lingkungan sekolah perlu diimbangi dengan pembinaan terhadap para penjual agar makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena makanan yang dikonsumsi setiap hari berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan mereka. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga terhadap makanan yang dijual di sekitarnya.

“Kami berharap pedagang di sekitar sekolah juga mendapat pembinaan agar jajanan yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.

Pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pentingnya menggunakan bahan pangan yang aman, menjaga kebersihan dalam proses pengolahan, serta menyajikan makanan yang layak dikonsumsi.

Agus menambahkan, langkah tersebut bukan bertujuan membatasi aktivitas usaha para pedagang, melainkan memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, tidak membahayakan kesehatan.

Karena itu, koordinasi antara perangkat daerah terkait, pihak sekolah, pedagang, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun lingkungan pangan yang lebih aman. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pengawasan terhadap makanan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Pencegahan Stunting Membutuhkan Peran Bersama

Agus berharap seluruh OPD di lingkungan Pemkot Balikpapan dapat menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan secara konsisten, terutama terhadap program yang melibatkan penyediaan makanan bagi masyarakat. Setiap tahapan pengadaan perlu memperhatikan kualitas bahan pangan, keamanan pengolahan, serta kelayakan makanan sebelum disalurkan kepada penerima manfaat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau lebih selektif dalam memilih makanan untuk keluarga. Orang tua diharapkan memperhatikan kebersihan, kandungan gizi, dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak, termasuk jajanan yang dibeli di luar rumah.

Menurut Agus, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang memadai dan pembiasaan pola konsumsi makanan yang aman. Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas OPD, tetapi juga masyarakat. Kita harus bersama-sama memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan bergizi,” tutupnya.

Melalui penguatan pengawasan, pembinaan penyedia makanan, serta peningkatan kesadaran masyarakat, Pemkot Balikpapan berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, pemenuhan gizi dan keamanan pangan dapat menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Siapkan Paket Pangan Murah, Diskon Hingga Rp15 Ribu

22 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o54

Iswandi Soroti Kesiapan Koperasi Merah Putih di Samarinda, Minta Sistem dan Lahan Dikaji

22 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o52

DPRD Samarinda Soroti Koperasi Merah Putih, Minta Operasional Berdampak Nyata bagi Warga

22 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o51

Bapemperda DPRD Samarinda Matangkan Raperda Perumahan, Insentif Pengembang Jadi Sorotan

22 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o50

DPRD Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang, Buka Jalan Pemekaran Muara Kaman

22 Oktober 2026 - 14:30 WITA

o46

Bapemperda DPRD Samarinda Targetkan Raperda Induk Pariwisata Rampung Desember 2026

22 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o49
Trending di BERITA DAERAH