Menu ✖

Mode Gelap
Novan Syahronny Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Perencanaan hingga Pelaksanaan Pembangunan Samarinda Helmi Abdullah Ajak Generasi Muda Aktif Berkontribusi, Dorong Dialog dan Kolaborasi Lintas Generasi Samarinda Siapkan Tujuh Cabor Porprov Kaltim 2026, Pertandingan Dimulai 10 November Porprov Samarinda Imbang 2-2 Lawan Balikpapan, Joha Fajal Apresiasi Performa Tim Bupati Aulia Soroti Ketergantungan Dana Transfer, Dorong BUMD Kelola Potensi SDA Kukar

BERITA DAERAH · 30 Okt 2026 15:00 WITA ·

Bupati Aulia Soroti Ketergantungan Dana Transfer, Dorong BUMD Kelola Potensi SDA Kukar


 Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat. Foto: Indirwan. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyoroti masih tingginya ketergantungan keuangan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi Pemkab Kukar dalam mewujudkan kemandirian fiskal, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Aulia mengatakan, struktur pendapatan Kabupaten Kukar hingga saat ini masih didominasi penerimaan dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer keuangan daerah. Ketergantungan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan daerah dalam menghasilkan pendapatan secara mandiri masih perlu diperkuat.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) melalui peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan keterlibatan BUMD dalam pengelolaan sektor-sektor ekonomi potensial, daerah diharapkan tidak hanya menjadi penerima dana bagi hasil, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari kekayaan sumber daya yang dimiliki.

“Harus kita akui, Kukar hari ini masih hidup dari dana bagi hasil dan transfer keuangan daerah. Kita belum sepenuhnya bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ungkap Aulia, Jumat (30/10/2026).

Ia menilai, selama ini BUMD Kukar belum banyak terlibat secara langsung dalam pengelolaan bahan baku maupun sumber daya alam yang tersedia di wilayah tersebut. Padahal, keterlibatan badan usaha milik daerah dalam rantai usaha sektor strategis berpeluang membuka sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah.

Aulia mencontohkan sektor pertambangan batu bara yang memiliki nilai ekonomi besar. Menurutnya, apabila sejak awal daerah memiliki kepemilikan dan keterlibatan dalam pengelolaan sumber daya tersebut, potensi keuntungan yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.

Ia bahkan mengilustrasikan potensi keuntungan hingga Rp22 triliun per tahun dari pengelolaan sumber daya alam. Angka tersebut disampaikan sebagai gambaran besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan apabila daerah memiliki peran lebih kuat dalam pengelolaannya.

Selain pertambangan, sektor perkebunan kelapa sawit juga menjadi perhatian. Aulia menyebut Kukar belum memiliki izin atau konsesi perkebunan sawit yang dikelola sebagai sumber usaha daerah melalui BUMD. Padahal, sektor perkebunan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Untuk mendorong hal tersebut, Pemkab Kukar mulai menjalin komunikasi dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menyuarakan kebutuhan kebijakan pendukung di tingkat pemerintah pusat.

“Ini baru kita mulai. Kami intens berkomunikasi dengan Kanda Udin, dan beliau berjanji akan menyuarakan hal ini di tingkat pusat,” katanya.

Aulia berharap, penguatan peran BUMD dalam mengelola potensi sumber daya alam dapat menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk meningkatkan PAD. Dengan begitu, pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada besaran transfer dari pemerintah pusat, tetapi juga ditopang oleh aktivitas usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk partai politik dan berbagai pemangku kepentingan, untuk memperjuangkan kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi daerah dalam mengelola potensi ekonominya.

Menurutnya, upaya mewujudkan kemandirian fiskal tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan sinergi dan dukungan berbagai pihak agar kekayaan sumber daya alam Kukar dapat memberikan nilai tambah bagi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga upaya agar daerah kita bisa lebih mandiri, tidak terus bergantung pada transfer keuangan, dan mampu menciptakan PAD sendiri dapat terlaksana dengan dukungan seluruh pihak,” pungkasnya.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Novan Syahronny Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Perencanaan hingga Pelaksanaan Pembangunan Samarinda

30 Oktober 2026 - 19:00 WITA

p57

Helmi Abdullah Ajak Generasi Muda Aktif Berkontribusi, Dorong Dialog dan Kolaborasi Lintas Generasi

30 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p56

Samarinda Siapkan Tujuh Cabor Porprov Kaltim 2026, Pertandingan Dimulai 10 November

30 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p55

Porprov Samarinda Imbang 2-2 Lawan Balikpapan, Joha Fajal Apresiasi Performa Tim

30 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p54

Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkab Kukar Percepat Pelatihan Berbasis Digital

30 Oktober 2026 - 14:00 WITA

p52

Pemkab Kukar Optimalkan Pembiayaan 17 Program Dedikasi, Kurangi Beban APBD

30 Oktober 2026 - 13:00 WITA

p51
Trending di BERITA DAERAH