KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong agar generasi muda diberikan ruang lebih luas untuk terlibat dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, tetapi juga perlu dilibatkan secara langsung dalam perencanaan hingga pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kota Samarinda.
Hal tersebut disampaikan Novan saat menjadi pemateri dalam talkshow bertema “Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat” yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelantikan Komisariat FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) Kota Samarinda sekaligus pelantikan kepengurusan periode 2026–2027. Acara yang melibatkan kalangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Samarinda itu juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan para pemangku kebijakan untuk membahas berbagai persoalan pembangunan daerah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Novan menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi sarana mempertemukan perspektif kalangan legislatif dengan generasi muda. Melalui diskusi terbuka, mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan ide, kritik, serta masukan konstruktif yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
“Pada dasarnya, mereka membutuhkan wadah untuk menyampaikan ide dan masukan kepada pemerintah. Namun, jangan berhenti sebatas diskusi, harus ada langkah konkret yang bisa kita kawal bersama,” ungkap Novan.
Ia menyebutkan, sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Mulai dari persoalan kebencanaan, ekonomi, lingkungan, hingga ketenagakerjaan, terutama dalam menghadapi perkembangan Kota Samarinda sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, perkembangan wilayah dan dinamika pembangunan ke depan akan menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan pemikiran serta keterlibatan banyak pihak. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan sekaligus mengambil bagian dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi daerah.
Novan juga mengakui bahwa keterlibatan pemuda secara formal dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan di Kota Samarinda selama ini masih perlu ditingkatkan. Meskipun DPRD telah memiliki regulasi yang berkaitan dengan kepemudaan, implementasinya dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda.
“Selama saya berada di DPRD, keterlibatan pemuda secara formal masih minim. Kami juga mengakui belum sepenuhnya memberikan ruang terbuka bagi mereka,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Novan menyatakan pihaknya akan berupaya mendorong agar berbagai masukan dari kalangan pemuda dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan kewenangan DPRD. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung dalam forum diskusi, tetapi juga dapat diperluas ke proses perencanaan pembangunan, penyusunan program pemerintah kota, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ia menilai, generasi muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan gagasan baru, kreativitas, serta inovasi yang dapat mendukung kemajuan Kota Samarinda. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kesempatan berpartisipasi dan komunikasi yang terbuka antara pemuda, pemerintah, dan lembaga legislatif.
Karena itu, kolaborasi lintas generasi perlu terus diperkuat agar perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang dalam membangun daerah. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya perspektif dan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ruang-ruang seperti inilah yang dibutuhkan saat ini. Pemikiran dan aksi nyata anak muda bisa memberikan dampak bagi pembangunan Kota Samarinda,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih intensif antara kalangan mahasiswa dan pemangku kebijakan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai bagian dari penggerak perubahan dan kemajuan Kota Samarinda.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















