Menu ✖

Mode Gelap
Novan Syahronny Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Perencanaan hingga Pelaksanaan Pembangunan Samarinda Helmi Abdullah Ajak Generasi Muda Aktif Berkontribusi, Dorong Dialog dan Kolaborasi Lintas Generasi Samarinda Siapkan Tujuh Cabor Porprov Kaltim 2026, Pertandingan Dimulai 10 November Porprov Samarinda Imbang 2-2 Lawan Balikpapan, Joha Fajal Apresiasi Performa Tim Bupati Aulia Soroti Ketergantungan Dana Transfer, Dorong BUMD Kelola Potensi SDA Kukar

BERITA DAERAH · 30 Okt 2026 18:00 WITA ·

Helmi Abdullah Ajak Generasi Muda Aktif Berkontribusi, Dorong Dialog dan Kolaborasi Lintas Generasi


 Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui dialog, diskusi, dan kolaborasi lintas generasi guna menghadirkan gagasan serta solusi bagi kemajuan Kota Samarinda. Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui dialog, diskusi, dan kolaborasi lintas generasi guna menghadirkan gagasan serta solusi bagi kemajuan Kota Samarinda.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong generasi muda agar lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui ruang dialog, diskusi, dan kolaborasi lintas generasi. Menurutnya, keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan untuk menghadirkan gagasan, masukan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Kota Samarinda.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri talkshow bertema “Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat” yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. Talkshow ini menjadi ruang pertemuan antara kalangan mahasiswa dan pemangku kebijakan untuk membahas pentingnya komunikasi serta kerja sama antargenerasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Yunda Irma, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne HMI. Selanjutnya, Ketua Panitia M. Nasywan Sajid menyampaikan sambutan sebelum kegiatan memasuki sesi talkshow dan diskusi bersama peserta.

Dalam keterangannya kepada awak media, Helmi Abdullah mengapresiasi inisiatif mahasiswa, khususnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang telah menghadirkan forum diskusi sebagai wadah penyampaian aspirasi dan pertukaran gagasan.

Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam pembangunan tidak harus selalu disampaikan melalui aksi demonstrasi. Aspirasi juga dapat disalurkan melalui diskusi yang konstruktif sehingga menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah maupun DPRD.

“Ini merupakan salah satu bentuk peran aktif pemuda dalam memberikan masukan positif. Aspirasi melalui aksi di jalanan juga perlu diimbangi dengan diskusi yang membangun,” ujarnya.

Helmi menegaskan, DPRD Kota Samarinda terbuka terhadap berbagai aspirasi dan pemikiran dari mahasiswa maupun organisasi kepemudaan. Pihaknya juga siap menyediakan ruang komunikasi dan dialog, baik melalui pertemuan resmi di kantor DPRD maupun diskusi informal di berbagai tempat.

Ia berharap keterbukaan komunikasi tersebut dapat dimanfaatkan generasi muda untuk menyampaikan pandangan, membahas persoalan daerah, sekaligus memberikan masukan terhadap arah kebijakan pembangunan Kota Samarinda.

Selain mendorong partisipasi dalam pembangunan, Helmi juga menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan atau skill bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Menurutnya, perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri menuntut calon tenaga kerja memiliki kemampuan yang lebih beragam.

Ia menilai, ijazah pendidikan formal perlu dilengkapi dengan keterampilan praktis agar lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.

“Sekarang zamannya sudah berbeda. Ijazah saja tidak cukup, mahasiswa juga perlu dibekali keahlian melalui berbagai pelatihan,” jelasnya.

Karena itu, Helmi mendorong mahasiswa untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, perbankan, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam menyelenggarakan program pelatihan peningkatan kompetensi.

Dengan adanya pembekalan keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, menciptakan lapangan kerja, dan membangun usaha secara mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, Helmi turut menanggapi persoalan gangguan pasokan listrik yang belakangan menjadi perhatian masyarakat Samarinda. Ia menilai, pemberian kompensasi oleh PT PLN merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Namun, menurutnya, langkah paling penting adalah memastikan gangguan kelistrikan dapat diantisipasi agar tidak terus berulang.

Ia menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satu sektor yang cukup rentan terdampak adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjalankan operasional usahanya.

“Kalau bicara kompensasi, tentu tidak sebanding dengan kerugian akibat terganggunya aktivitas masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ungkapnya.

Helmi menyebutkan, DPRD Kota Samarinda sebelumnya telah memanggil pihak PLN untuk membahas persoalan pasokan listrik. Dalam pembahasan tersebut, terdapat sejumlah kendala yang berkaitan dengan regulasi dan sistem penyediaan listrik yang juga berhubungan dengan kebijakan di tingkat pemerintah pusat.

Meski demikian, ia berharap PLN dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh, meningkatkan keandalan jaringan, serta memperkuat langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi dan merugikan masyarakat.

“Kita berharap PLN bisa mengantisipasi persoalan ini dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Melalui kegiatan talkshow tersebut, Helmi berharap komunikasi antara generasi muda dan para pemangku kebijakan semakin terbuka. Ia menilai perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda seharusnya tidak menjadi sekat, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam merumuskan gagasan dan solusi bagi pembangunan.

Dengan terbangunnya dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan semakin berani menyampaikan aspirasi, meningkatkan kapasitas diri, serta mengambil bagian dalam mewujudkan Kota Samarinda yang lebih maju dan berkembang.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Novan Syahronny Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Perencanaan hingga Pelaksanaan Pembangunan Samarinda

30 Oktober 2026 - 19:00 WITA

p57

Samarinda Siapkan Tujuh Cabor Porprov Kaltim 2026, Pertandingan Dimulai 10 November

30 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p55

Porprov Samarinda Imbang 2-2 Lawan Balikpapan, Joha Fajal Apresiasi Performa Tim

30 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p54

Bupati Aulia Soroti Ketergantungan Dana Transfer, Dorong BUMD Kelola Potensi SDA Kukar

30 Oktober 2026 - 15:00 WITA

p53

Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkab Kukar Percepat Pelatihan Berbasis Digital

30 Oktober 2026 - 14:00 WITA

p52

Pemkab Kukar Optimalkan Pembiayaan 17 Program Dedikasi, Kurangi Beban APBD

30 Oktober 2026 - 13:00 WITA

p51
Trending di BERITA DAERAH