KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki. Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Pesan itu disampaikan Saefuddin Zuhri saat memberikan sambutan dalam kegiatan Diskusi Bersama Lintas Sektor dalam rangka Meningkatkan Daya Tahan dan Keberlanjutan UMKM di Kota Samarinda, yang digelar di Arutala Ballroom, BAPPERIDA Kota Samarinda, Jalan Dahlia Nomor 81, Kompleks Balai Kota Samarinda, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua agenda utama, yakni sesi berbagi pengalaman (sharing session) bertema “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Kota Samarinda” serta bazar yang menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM setempat.
Dalam sambutannya, Saefuddin menyampaikan bahwa kegiatan lintas sektor tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk saling bertukar pengalaman, memperoleh pengetahuan, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Keberadaan sektor usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah dan membuka peluang lapangan pekerjaan.
Karena itu, pemerintah bersama seluruh pihak terkait perlu terus memberikan perhatian dan dukungan agar pelaku UMKM dapat berkembang secara mandiri. Dukungan tersebut juga perlu diimbangi dengan kemauan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, membaca peluang pasar, serta menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi ekonomi.
Saefuddin juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui kerja sama yang baik, berbagai kendala usaha, mulai dari pemasaran hingga pengembangan produk, diharapkan dapat dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.
Ia turut mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu contoh yang disorotnya adalah pemanfaatan cabai sebagai bahan baku berbagai produk olahan yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
Selain itu, makanan tradisional dan berbagai hasil olahan lokal juga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah. Dengan pengemasan, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, produk tersebut diharapkan mampu menarik minat konsumen sekaligus memperkuat identitas UMKM Samarinda.
Saefuddin berharap bazar yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memamerkan produk, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi, memperkenalkan hasil kreativitas pelaku usaha, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Di sisi lain, ia mengingatkan para pelaku UMKM agar mengembangkan usaha secara terukur dan tidak memaksakan diri di luar kemampuan. Perencanaan yang matang, pengelolaan modal, serta pemahaman terhadap kapasitas produksi menjadi hal penting agar usaha dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
“Jalankan usaha sesuai kemampuan masing-masing. Dengan perencanaan yang tepat, usaha bisa berkembang dan bertahan dalam jangka panjang,” pesannya.
Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya skala usaha, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengelola potensi yang tersedia dan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Melalui diskusi lintas sektor tersebut, Saefuddin berharap lahir berbagai masukan, motivasi, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti dalam program pemberdayaan UMKM di Kota Samarinda.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Dengan inovasi, pendampingan, dan dukungan berkelanjutan, UMKM Samarinda diharapkan semakin tangguh, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan perekonomian daerah.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















