Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 19:00 WITA ·

Arif Kurniawan Serap Aspirasi Warga Lok Bahu: Sorotan Mengalir dari PDAM hingga Penerangan Jalan


 Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, memberikan keterangan terkait aspirasi warga Lok Bahu yang ia serap dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2025. (Foto: Yana) Perbesar

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, memberikan keterangan terkait aspirasi warga Lok Bahu yang ia serap dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2025. (Foto: Yana)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Berbagai persoalan layanan publik kembali mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, yang digelar di kediaman warga Dayat, Jalan Rapak Indah 2, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu (16/11/2025). Kegiatan Silaturahmi dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Masa Sidang III Tahun 2025 itu menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan legislator.

Ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (27/11/2025), Arif yang juga Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PKS menegaskan bahwa reses merupakan instrumen penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Pelayanan PDAM Jadi Keluhan Dominan

Menurut Arif, persoalan tekanan air PDAM kembali menjadi keluhan utama. Warga mengaku hanya merasakan aliran air lancar pada malam hari, sementara siang hingga sore tekanannya sangat lemah.

“Keluhan terbesar soal PDAM. Tekanan airnya kecil sekali, baru lancar di malam hari. Warga meminta penambahan pipa sekunder agar tekanan air membaik,” ujar Arif.
Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan PDAM guna mempercepat perbaikan jaringan distribusi.

Drainase Gang Syukur Perlu Penanganan Serius

Selain air bersih, persoalan drainase di Gang Syukur juga mencuri perhatian. Kondisi jalan yang sempit dan saluran parit yang tertutup membuat wilayah tersebut rawan tergenang.

“Mereka meminta dibuatkan parit kecil. Kita perlu ukur dulu panjang dan kedalamannya. Jika memungkinkan, akan kita dorong masuk program 2027,” jelasnya.

Penerangan Jalan Menuju Mushola Minim

Warga juga menyampaikan minimnya lampu jalan menuju mushola setempat. Kondisi gelap pada malam hari dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas ibadah.

“Jika memungkinkan akan kita usulkan ke Dinas Perkim. Penerangan jalan ini kebutuhan dasar warga,” kata Arif.

dprd smd 60a

Momentum kebersamaan dalam acara silaturahmi antara Arif Kurniawan, anggota DPRD Kota Samarinda, dengan warga Dapil III. Diskusi konstruktif untuk kemajuan Samarinda di tahun 2025. (Ist)

Aspirasi Sarana Keagamaan

Tak hanya infrastruktur fisik, warga turut menyampaikan kebutuhan sarana keagamaan seperti alat ibadah, seragam kegiatan, hingga dukungan untuk pelaksanaan haul Banjar.

“InsyaAllah akan kita bantu. Ini bagian dari advokasi yang biasa kami perjuangkan,” ujarnya.

Beasiswa GratisPoll Belum Cair

Aspirasi lainnya berkaitan dengan keterlambatan pencairan Beasiswa GratisPoll Pemerintah Provinsi Kaltim. Beberapa penerima lama disebut belum menerima dana meski telah terdaftar.

“Saya baca di media, provinsi sudah mencairkan untuk perguruan tinggi yang tanda tangan kontrak. Yang lainnya diminta bersabar. InsyaAllah ada pencairan berikutnya, termasuk untuk mahasiswa yang kuliah di luar daerah,” terang Arif.
Ia berjanji akan turut mengingatkan pemerintah provinsi agar proses pencairan bisa dipercepat.

Siap Perjuangkan Aspirasi Sesuai Mekanisme

Arif menutup kegiatan reses dengan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga menyampaikan aspirasi mereka.

“Semua aspirasi kita tampung dan akan kita perjuangkan sesuai mekanisme pengusulan program. Semoga bisa terealisasi,” pungkasnya.

Reses di Lok Bahu kembali menegaskan bahwa persoalan pelayanan dasar seperti air bersih, drainase, penerangan jalan, dan pendidikan masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Arif memastikan setiap suara warga akan terus ia kawal hingga ke tingkat kebijakan.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fathur
@2025
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH