Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 27 Jul 2026 11:00 WITA ·

PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi


 Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli menjadi pengingat agar sejarah kelam yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang. Perbesar

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli menjadi pengingat agar sejarah kelam yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Samarinda menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi DPP PDI Perjuangan sekaligus menjadi momentum menguatkan komitmen kader dalam menjaga demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda yang juga Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan refleksi tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa 27 Juli 1996. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat agar tragedi yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

“Refleksi Kudatuli bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjaga agar sejarah kelam demokrasi tidak pernah terulang di Indonesia,” ujarnya.

Iswandi menjelaskan, Tragedi Kudatuli menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia karena menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat dan hak-hak rakyat diperjuangkan melalui pengorbanan banyak pihak. Karena itu, refleksi ini tidak dimaksudkan untuk membuka luka lama, melainkan memperkuat komitmen terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, keberadaban, dan keberpihakan kepada rakyat.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemutaran film dokumenter, pemadaman lampu, serta penyalaan lilin sebagai simbol harapan, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjaga demokrasi serta memperkokoh ideologi Pancasila.

Iswandi juga mengajak seluruh kader menjadi teladan dalam menjalankan politik yang beretika. Ia menegaskan politik harus dibangun melalui argumentasi dan pengabdian kepada masyarakat, bukan dengan fitnah, hoaks, ujaran kebencian, maupun tindakan yang memecah belah bangsa.

Selain itu, DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda berharap generasi muda memahami sejarah Kudatuli sebagai pembelajaran penting tentang demokrasi, persatuan, dan perjuangan menjaga hak-hak rakyat.

“Kami tidak pernah lupa. Namun kami memilih terus melangkah, menjaga demokrasi, memperkuat ideologi Pancasila, dan mengabdikan diri kepada rakyat Indonesia,” tutup Iswandi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH