Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 27 Jul 2026 11:00 WITA ·

PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi


 Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli menjadi pengingat agar sejarah kelam yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang. Perbesar

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli menjadi pengingat agar sejarah kelam yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Samarinda menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi DPP PDI Perjuangan sekaligus menjadi momentum menguatkan komitmen kader dalam menjaga demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda yang juga Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan refleksi tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa 27 Juli 1996. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat agar tragedi yang mencederai demokrasi tidak kembali terulang.

“Refleksi Kudatuli bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjaga agar sejarah kelam demokrasi tidak pernah terulang di Indonesia,” ujarnya.

Iswandi menjelaskan, Tragedi Kudatuli menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia karena menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat dan hak-hak rakyat diperjuangkan melalui pengorbanan banyak pihak. Karena itu, refleksi ini tidak dimaksudkan untuk membuka luka lama, melainkan memperkuat komitmen terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, keberadaban, dan keberpihakan kepada rakyat.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemutaran film dokumenter, pemadaman lampu, serta penyalaan lilin sebagai simbol harapan, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjaga demokrasi serta memperkokoh ideologi Pancasila.

Iswandi juga mengajak seluruh kader menjadi teladan dalam menjalankan politik yang beretika. Ia menegaskan politik harus dibangun melalui argumentasi dan pengabdian kepada masyarakat, bukan dengan fitnah, hoaks, ujaran kebencian, maupun tindakan yang memecah belah bangsa.

Selain itu, DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda berharap generasi muda memahami sejarah Kudatuli sebagai pembelajaran penting tentang demokrasi, persatuan, dan perjuangan menjaga hak-hak rakyat.

“Kami tidak pernah lupa. Namun kami memilih terus melangkah, menjaga demokrasi, memperkuat ideologi Pancasila, dan mengabdikan diri kepada rakyat Indonesia,” tutup Iswandi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH