Menu

Mode Gelap
Jaringan Narkoba Muara Kaman Terbongkar, Polisi Sita Setengah Kilogram Sabu dan Buru DPO Pengembangan Kasus Sabu di Muara Kaman, Polisi Ringkus Perantara dan Amankan Barang Bukti Transaksi Sabu di Muara Kaman Terbongkar, 20 Paket Disembunyikan di Atap Rumah Walet Gen Matic x Shopee di IKN Diserbu Peserta, UMKM Didorong Melek Digital dan Naik Kelas IKN Gandeng Unhas, Perkuat SDM dan Riset untuk Bangun Kota Masa Depan

BERITA DAERAH · 7 Jan 2026 15:00 WITA ·

Korban Perahu Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup


 Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu tenggelam, Rizky Tri Handoko (39), dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 09.37 WITA, sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Foto: Basarnas Kaltim Perbesar

Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu tenggelam, Rizky Tri Handoko (39), dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 09.37 WITA, sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Foto: Basarnas Kaltim

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal berupa perahu tenggelam di perairan Sungai Mahakam, wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi ditutup pada Selasa (7/1/2026). Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Pada hari kedua pencarian (H+2), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rizky Tri Handoko (39) dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada pukul 09.37 WITA dengan jarak sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan status penanganan dilanjutkan dalam bentuk kesiapsiagaan.

“Seluruh korban dalam kejadian ini berjumlah empat orang. Tiga korban berhasil selamat, sementara satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Mardi Sianturi.

Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya arus Sungai Mahakam yang cukup kuat serta kondisi wilayah pencarian yang masih terdapat binatang buas, khususnya buaya. Meski demikian, kondisi cuaca selama proses pencarian terpantau cerah berawan sehingga relatif mendukung jalannya operasi.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, KSOP, Damkar, instansi terkait, relawan gabungan, pihak perusahaan, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Dengan berakhirnya operasi SAR ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan Sungai Mahakam guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

sukri001

Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat

17 April 2026 - 08:00 WITA

ucapan duka

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898
Trending di BERITA DAERAH