Menu

Mode Gelap
Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak DPRD Soroti Ketahanan Ekonomi Samarinda, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Sehat DPRD Samarinda Dukung Borneo Cantata, Siap Dorong Anggaran untuk Kiprah Internasional

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 17:00 WITA ·

Ananda Emira Moeis Desak Pengawasan Ketat Usai Jembatan di Sungai Mahakam Kembali Ditabrak


 Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan keterangan kepada media terkait kembali terjadinya insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam, yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan keterangan kepada media terkait kembali terjadinya insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam, yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti secara serius kembali terjadinya insiden penabrakan terhadap jembatan di Sungai Mahakam. Dalam kurun waktu terakhir, ia mencatat sedikitnya dua jembatan kembali mengalami kejadian serupa, yakni Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelangsungan aktivitas transportasi di Kalimantan Timur.

“Sepengetahuan saya, Jembatan Mahulu kembali tertabrak. Kemudian Jembatan Mahakam yang lama juga kemarin tertabrak. Fender-nya bahkan sampai hilang dan tenggelam,” ungkap Ananda saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/1/2026).

Ananda menjelaskan, DPRD Kaltim sebelumnya telah berulang kali membahas persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo. Bahkan, Komisi II dan Komisi III DPRD Kaltim juga telah menggelar rapat gabungan untuk membicarakan penggantian fender jembatan yang rusak akibat insiden tabrakan kapal.

Namun demikian, ia menilai proses penggantian fender tersebut berjalan lambat dan tidak sesuai dengan rencana awal. Padahal, menurut Ananda, pengerjaan penggantian fender seharusnya sudah rampung sejak tahun lalu.

“Harusnya itu sudah selesai dari tahun lalu, tapi sampai sekarang masih molor. Karena itu kami terus melakukan pengawasan terhadap KSOP dan pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Ananda menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dari instansi berwenang. Ia meminta agar KSOP, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak terkait lainnya rutin melaporkan perkembangan pengerjaan di lapangan secara terbuka kepada DPRD Kaltim. Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD menjadi sangat krusial karena persoalan ini menyangkut keselamatan publik.

“Ini berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat Kalimantan Timur. Jangan sampai tiba-tiba pekerjaan tidak selesai-selesai, lalu ternyata ada kendala di lapangan yang tidak pernah disampaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ananda juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap penyebab seringnya insiden tabrakan jembatan di Sungai Mahakam. Ia menilai, solusi tidak cukup hanya sebatas mengganti fender setiap kali terjadi tabrakan, tanpa menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

“Jangan hanya setelah ditabrak lalu diganti, seolah-olah selesai. Besok atau lusa bisa ditabrak lagi. Pangkal masalahnya apa? Kenapa kejadian ini bisa terus berulang? Katanya ada kapal yang beroperasi di luar jam operasional, lalu siapa yang memberi izin?” katanya dengan nada tegas.

Ananda mengingatkan bahwa jembatan-jembatan di Sungai Mahakam merupakan aset vital daerah yang setiap hari dilalui oleh ribuan masyarakat. Karena itu, keselamatan publik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas dalam pembahasan rapat.

“Ini menyangkut keselamatan rakyat Kalimantan Timur. Jangan hanya serius di atas meja rapat, tetapi di lapangan juga harus benar-benar serius. Jangan main-main, karena jika terjadi sesuatu, yang paling dirugikan adalah masyarakat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010

PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas

23 April 2026 - 16:30 WITA

kn09

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak

23 April 2026 - 16:00 WITA

kn08

DPRD Soroti Ketahanan Ekonomi Samarinda, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Sehat

23 April 2026 - 15:30 WITA

kn07

DPRD Samarinda Dukung Borneo Cantata, Siap Dorong Anggaran untuk Kiprah Internasional

23 April 2026 - 15:00 WITA

kn06

Borneo Cantata Menuju Panggung Dunia, Pemkot Samarinda Siap Beri Dukungan

23 April 2026 - 14:30 WITA

kn05
Trending di BERITA DAERAH