Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 17:00 WITA ·

Ananda Emira Moeis Desak Pengawasan Ketat Usai Jembatan di Sungai Mahakam Kembali Ditabrak


 Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan keterangan kepada media terkait kembali terjadinya insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam, yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan keterangan kepada media terkait kembali terjadinya insiden penabrakan jembatan di Sungai Mahakam, yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti secara serius kembali terjadinya insiden penabrakan terhadap jembatan di Sungai Mahakam. Dalam kurun waktu terakhir, ia mencatat sedikitnya dua jembatan kembali mengalami kejadian serupa, yakni Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dan jembatan lama di kawasan Jembatan Kembar. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelangsungan aktivitas transportasi di Kalimantan Timur.

“Sepengetahuan saya, Jembatan Mahulu kembali tertabrak. Kemudian Jembatan Mahakam yang lama juga kemarin tertabrak. Fender-nya bahkan sampai hilang dan tenggelam,” ungkap Ananda saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/1/2026).

Ananda menjelaskan, DPRD Kaltim sebelumnya telah berulang kali membahas persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo. Bahkan, Komisi II dan Komisi III DPRD Kaltim juga telah menggelar rapat gabungan untuk membicarakan penggantian fender jembatan yang rusak akibat insiden tabrakan kapal.

Namun demikian, ia menilai proses penggantian fender tersebut berjalan lambat dan tidak sesuai dengan rencana awal. Padahal, menurut Ananda, pengerjaan penggantian fender seharusnya sudah rampung sejak tahun lalu.

“Harusnya itu sudah selesai dari tahun lalu, tapi sampai sekarang masih molor. Karena itu kami terus melakukan pengawasan terhadap KSOP dan pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Ananda menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dari instansi berwenang. Ia meminta agar KSOP, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak terkait lainnya rutin melaporkan perkembangan pengerjaan di lapangan secara terbuka kepada DPRD Kaltim. Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD menjadi sangat krusial karena persoalan ini menyangkut keselamatan publik.

“Ini berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat Kalimantan Timur. Jangan sampai tiba-tiba pekerjaan tidak selesai-selesai, lalu ternyata ada kendala di lapangan yang tidak pernah disampaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ananda juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap penyebab seringnya insiden tabrakan jembatan di Sungai Mahakam. Ia menilai, solusi tidak cukup hanya sebatas mengganti fender setiap kali terjadi tabrakan, tanpa menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

“Jangan hanya setelah ditabrak lalu diganti, seolah-olah selesai. Besok atau lusa bisa ditabrak lagi. Pangkal masalahnya apa? Kenapa kejadian ini bisa terus berulang? Katanya ada kapal yang beroperasi di luar jam operasional, lalu siapa yang memberi izin?” katanya dengan nada tegas.

Ananda mengingatkan bahwa jembatan-jembatan di Sungai Mahakam merupakan aset vital daerah yang setiap hari dilalui oleh ribuan masyarakat. Karena itu, keselamatan publik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas dalam pembahasan rapat.

“Ini menyangkut keselamatan rakyat Kalimantan Timur. Jangan hanya serius di atas meja rapat, tetapi di lapangan juga harus benar-benar serius. Jangan main-main, karena jika terjadi sesuatu, yang paling dirugikan adalah masyarakat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH