Menu

Mode Gelap
Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027 DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

BERITA DAERAH · 28 Jan 2026 19:00 WITA ·

Iswandi Apresiasi Patung Bung Karno di Sangasanga, Dorong Edukasi Sejarah dan UMKM


 Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, berfoto bersama para tamu undangan usai peresmian Patung Soekarno di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026). Perbesar

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, berfoto bersama para tamu undangan usai peresmian Patung Soekarno di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026).

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) atas pembangunan Patung Bung Karno beserta kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Sangasanga.

Saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, Rabu (28/1/2026), Iswandi menilai pembangunan tersebut merupakan langkah positif dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna sejarah dan edukasi bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan PSS Pertamina Sangasanga yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan kawasan tersebut. Proyek pembangunan RTH dan Patung Bung Karno diketahui berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

“Ini patut diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membangun Patung Bung Karno dan ruang terbuka hijau di atas lahan milik PSS Pertamina Sangasanga. Harapannya, kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat kegiatan yang lebih luas,” ujar Iswandi.

Menurutnya, ke depan kawasan Patung Bung Karno tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti museum Bung Karno, ruang edukasi sejarah, perpustakaan, hingga diorama perjuangan.

Konsep pengelolaan kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan yang lebih santai dan kekinian agar mudah diterima generasi muda. Dengan demikian, anak-anak muda tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

“Generasi muda bisa mengenal dan memahami sejarah, khususnya tentang Bung Karno, dengan cara yang lebih rileks dan modern. Bukan sekadar melihat patung, tetapi juga memahami pesan dan nilai perjuangannya,” jelasnya.

Selain sebagai sarana edukasi, Iswandi berharap kawasan tersebut dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan ruang publik yang representatif diyakini mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Ia juga menilai pemilihan tanggal peresmian Patung Bung Karno pada 27 Januari sangat tepat. Pasalnya, tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Peristiwa Merah Putih Sangasanga yang mengenang perlawanan heroik rakyat Sangasanga terhadap penjajah Belanda pada 27 Januari 1947.

“Sangasanga telah ditetapkan sebagai kota sejarah. Karena itu, pembangunan Patung Bung Karno di wilayah ini sangat relevan sebagai simbol perjuangan,” katanya.

Lebih lanjut, Iswandi menyampaikan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah berkoordinasi dan berembuk dengan keluarga almarhum Bung Karno. Dalam peresmian tersebut, perwakilan keluarga Bung Karno turut hadir dan menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.

“Patung ini hanya simbol. Yang terpenting adalah nilai di baliknya. Mungkin anak-anak muda datang untuk berswafoto, tetapi setidaknya mereka akan membaca, melihat diorama, dan mengenal siapa Bung Karno serta sejarah perjuangan bangsa,” tuturnya.

Melalui fasilitas pendukung seperti museum, diorama, dan perpustakaan, Iswandi berharap kawasan Patung Bung Karno di Sangasanga dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme serta kebanggaan generasi muda terhadap Bung Karno sebagai Bapak Proklamator dan Bapak Bangsa, sekaligus menularkan semangat tersebut kepada lingkungan sekitarnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

c21

Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD

21 Juli 2026 - 16:00 WITA

c20

Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026 - 15:00 WITA

c19

Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027

21 Juli 2026 - 14:00 WITA

c18

DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 13:00 WITA

c17

Ribuan Guru Samarinda Ikuti Upskilling AI, Pemkot Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 12:00 WITA

c16
Trending di BERITA DAERAH