KUMALANEWS.ID, BERAU — Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap seorang pekerja yang dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas pembukaan jalan di kawasan hutan Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Korban diketahui bernama Kanisius Sengkam (25), karyawan PT Aksa yang berdomisili di Camp PT Inhutani KM 29, Kampung Batu Rajang. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah bekerja di area hutan dengan medan berat dan akses yang sangat terbatas.
Menindaklanjuti laporan orang hilang itu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, kepolisian, pihak perusahaan, serta keluarga korban, langsung melakukan operasi pencarian sejak hari kedua (H.2) pelaksanaan Operasi SAR.
Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, kemudian dilanjutkan penyisiran lapangan mulai pukul 07.15 WITA. Pencarian difokuskan pada radius sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP), dengan total luas area pencarian mencapai kurang lebih 37 kilometer persegi. Penyisiran dilakukan melalui jalur darat di kawasan hutan, dengan dukungan alat berat mengingat kondisi medan yang sulit.
Hingga pukul 13.00 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sejumlah tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Tanda tersebut berupa bekas bivak yang diduga dibuat oleh korban, serta ceceran korek api yang diyakini milik korban. Meski demikian, hingga pencarian sore hari, korban belum berhasil ditemukan.
Pada pukul 19.00 WITA, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian dengan hasil nihil. Selanjutnya, tim mendirikan posko operasi SAR di Camp PT Inhutani pada koordinat 2°02’32.4″N 117°01’00.6″E. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada keesokan harinya mulai pukul 07.00 WITA, sesuai rencana operasi hari ketiga (H.3).
Dalam pelaksanaan operasi SAR ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya rescue car D-Max milik Basarnas, bulldozer milik PT Aksa, serta peralatan komunikasi dan medis. Adapun kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah akses menuju lokasi pencarian yang hanya dapat ditempuh menggunakan alat berat, serta kondisi cuaca hujan ringan yang turut memengaruhi efektivitas pencarian.
Sumber: Basarnas Kaltim ©2026

















