Menu ✖

Mode Gelap
Duta Genre Kukar Jadi Konselor Sebaya, Perkuat Edukasi Remaja dan Pencegahan Stunting Warga Manggar Baru Gotong Royong Bersihkan Pesisir Sungai Manggar, Ratusan Kantong Sampah Diangkut Distanak Kukar Siapkan Distribusi 19 Pompa Air, Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian Bupati Kukar Tinjau Kebakaran Loa Ipuh, 11 Rumah Terdampak dan 15 KK Jadi Perhatian TP PKK Balikpapan Dorong Kelurahan Siaga TBC, Kader Dasawisma Dilibatkan

BERITA DAERAH · 14 Feb 2026 09:00 WITA ·

Novan Serap Aspirasi Warga, Tekankan Pengawasan APBD dan Penguatan Posyandu ILP


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memberikan keterangan kepada media usai kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Aubry Sport Center, Jalan Juanda 6, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Jumat (13/2/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memberikan keterangan kepada media usai kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Aubry Sport Center, Jalan Juanda 6, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Jumat (13/2/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Aubry Sport Center, Jalan Juanda 6, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan.

Reses tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, serta Tenaga Pakar Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Masdar John.

Dalam pemaparannya, Novan menjelaskan tugas dan fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menegaskan, ketiga fungsi tersebut menjadi landasan kerja dewan dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, fungsi legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah bersama pemerintah kota, sedangkan fungsi penganggaran mencakup pembahasan serta penentuan prioritas APBD. Adapun fungsi pengawasan difokuskan pada penggunaan anggaran agar tepat sasaran.

“Penggunaan dana APBD menjadi bagian penting dari pengawasan kami. Ini amanah undang-undang yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Novan.

Ia juga menyampaikan bahwa reses dilaksanakan tiga kali dalam setahun atau setiap empat bulan. Pelaksanaan reses kali ini sengaja dimajukan agar hasil aspirasi masyarakat dapat segera diperjuangkan dalam forum Musrenbang tingkat kota hingga provinsi.

Dalam kesempatan itu, Novan turut menyinggung kondisi fiskal daerah tahun 2026. Ia menyebut APBD Kota Samarinda yang telah disahkan sekitar Rp3,1 triliun mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Sebagian besar pendapatan daerah, kata dia, masih bergantung pada dana transfer pusat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Peningkatan PAD menjadi kunci menjaga stabilitas pembangunan. Sumbernya antara lain dari pajak hotel, restoran, retribusi parkir, serta sektor jasa lainnya,” jelasnya.

Selain isu anggaran, kegiatan reses juga diisi sosialisasi transformasi Posyandu menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang disampaikan oleh Masdar John. Ia menjelaskan, Posyandu kini tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi mencakup seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.

Transformasi tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.

“Sekarang semua layanan terintegrasi dalam satu Posyandu ILP. Tujuannya agar pelayanan kesehatan lebih menyeluruh dan mudah diakses masyarakat,” terangnya.

Masdar juga menambahkan, Posyandu didorong berperan dalam enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan ketertiban umum.

Melalui penguatan kader, Dasawisma, dan sinergi dengan RT serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diharapkan pendataan masyarakat menjadi lebih akurat sehingga program bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran.

Novan menegaskan, seluruh usulan masyarakat harus melalui mekanisme yang terkoordinasi dengan OPD terkait agar dapat diperjuangkan secara maksimal di DPRD.

“Kami siap mengawal aspirasi masyarakat, terutama yang menjadi kebutuhan prioritas dan berdampak luas bagi warga,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, Novan berharap masyarakat semakin memahami mekanisme penganggaran daerah sekaligus aktif menyampaikan aspirasi secara konstruktif demi kemajuan Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Duta Genre Kukar Jadi Konselor Sebaya, Perkuat Edukasi Remaja dan Pencegahan Stunting

18 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o11

Warga Manggar Baru Gotong Royong Bersihkan Pesisir Sungai Manggar, Ratusan Kantong Sampah Diangkut

18 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o10

Distanak Kukar Siapkan Distribusi 19 Pompa Air, Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

18 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o9

Bupati Kukar Tinjau Kebakaran Loa Ipuh, 11 Rumah Terdampak dan 15 KK Jadi Perhatian

18 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o8

TP PKK Balikpapan Dorong Kelurahan Siaga TBC, Kader Dasawisma Dilibatkan

18 Oktober 2026 - 12:00 WITA

o7

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6
Trending di BERITA DAERAH