Menu ✖

Mode Gelap
Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026 Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

BERITA DAERAH · 30 Mar 2026 15:00 WITA ·

Skema Baru TPG, Disdikbud Samarinda Ungkap Solusi dan Keterbatasan Akses Data


 Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Taufiq Rahman, memberikan keterangan kepada awak media usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda terkait pembahasan penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan distribusi guru ASN bersertifikasi, Senin (30/3/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Taufiq Rahman, memberikan keterangan kepada awak media usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda terkait pembahasan penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan distribusi guru ASN bersertifikasi, Senin (30/3/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANWS.ID, SAMARINDA — Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Taufiq Rahman, memberikan penjelasan kepada awak media usai mengikuti rapat bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Senin (30/3/2026). Rapat tersebut membahas penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terbayarkan, serta persoalan mutasi dan distribusi guru ASN bersertifikasi.

Dalam keterangannya, Taufiq menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan solusi untuk guru yang mengalami kendala pembayaran TPG, termasuk kasus yang dialami Yuswo.

“Untuk TPG, solusinya Pak Yuswo sudah mengantongi SK Tunjangan Profesi yang sifatnya carry over, sehingga akan dibayarkan selama enam bulan ditambah dua bulan,” jelasnya.

Selain itu, Disdikbud juga tengah mengupayakan penempatan baru bagi guru tersebut agar tetap dapat mengajar sesuai kebutuhan sekolah.

“Kami juga akan mencarikan sekolah yang masih kekurangan guru Bahasa Inggris, sehingga yang bersangkutan tetap bisa menjalankan tugasnya,” tambah Taufiq.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan penuh dalam proses validasi maupun pencairan TPG. Menurutnya, mekanisme tersebut sepenuhnya terhubung dengan sistem pusat.

“Untuk TPG di Samarinda, kami tidak memiliki akses untuk memvalidasi siapa yang sudah menerima atau belum. Semua ditangani operator sekolah yang terhubung ke kementerian, dan pembayaran langsung ke rekening guru,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peran Dinas Pendidikan saat ini hanya sebatas memantau data yang tersedia dalam sistem.

“Kami hanya sebagai viewer, bisa melihat data yang sudah valid atau belum, tetapi tidak bisa melakukan perubahan dalam sistem,” ujarnya.

Taufiq juga mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam skema penyaluran TPG mulai tahun 2026. Jika sebelumnya dana disalurkan melalui pemerintah daerah, kini pembayaran dilakukan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening guru.

“Kalau dulu dana dari kementerian masuk ke pemerintah kota lalu dibayarkan melalui Dinas Pendidikan. Sekarang polanya berubah, langsung dari pusat ke rekening guru,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses validasi data dilakukan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dioperasikan oleh masing-masing sekolah.

“Operator Dapodik di sekolah yang menginput dan memvalidasi data guru, kemudian diverifikasi oleh operator di kementerian,” katanya.

Dengan skema baru tersebut, Dinas Pendidikan tidak lagi memegang data rinci terkait jumlah guru penerima TPG maupun proses pembayarannya.

“Sekarang kami hanya bisa memantau data, tidak lagi memiliki kendali dalam proses pembayaran,” tutup Taufiq.

Rapat bersama Komisi IV DPRD Samarinda ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menuntaskan persoalan TPG dan memperbaiki distribusi tenaga pendidik, demi menjamin hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran

29 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p50

Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026

29 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p49

Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia

29 Oktober 2026 - 13:00 WITA

p48

Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil

29 Oktober 2026 - 12:00 WITA

p47

Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

29 Oktober 2026 - 11:00 WITA

p46

Pemkot Balikpapan Raih Apresiasi SKK Migas atas Dukungan Industri Hulu Migas

29 Oktober 2026 - 10:00 WITA

p45
Trending di BERITA DAERAH