Menu

Mode Gelap
SFA Samarinda Turunkan Atlet Lapis Kedua dan Ketiga di Kebun Ndesa Open Fun Swimming KONI Samarinda Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini untuk Perkuat Regenerasi Menuju PON 500 Atlet Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Akuatik Samarinda Dorong Kompetisi Diperbanyak Dispora Samarinda Apresiasi Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Porprov 500 Atlet dari Tujuh Daerah Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda

NASIONAL · 10 Apr 2026 17:00 WITA ·

Indonesia Dorong Standar Global Royalti Musik, Perkuat Perlindungan Kreator di Era Digital


 Indonesia Dorong Standar Global Royalti Musik, Perkuat Perlindungan Kreator di Era Digital Perbesar

KUMALANEWS.ID, BALI — Indonesia mendorong terbentuknya standar global dalam pengelolaan dan distribusi royalti musik yang transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, saat membuka ASEAN CMO Forum 2026 di Bali, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Supratman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlibat langsung dalam pengelolaan royalti, melainkan berperan sebagai regulator. “Pemerintah Indonesia tidak akan terlibat langsung dalam pengelolaan royalti, tetapi sebagai regulator yang mengawasi tata kelolanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia yang tengah merevisi Undang-Undang Hak Cipta berharap mendapat masukan dari organisasi global seperti CISAC dan IFPI. “Kami berharap forum ini menghadirkan pertukaran informasi dan kerja sama berkelanjutan antarnegara ASEAN,” katanya.

Forum ini menjadi yang pertama menghimpun Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) se-ASEAN, diinisiasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan LMKN. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam membenahi tata kelola royalti musik digital agar lebih adil dan transparan.

Supratman juga menyoroti perubahan besar industri musik akibat perkembangan platform digital. Menurutnya, tingginya konsumsi musik belum sejalan dengan distribusi royalti yang akurat. “Tingginya volume konsumsi ini tidak selalu berbanding lurus dengan distribusi royalti yang akurat,” tegasnya.

Ia menilai persoalan ini bersifat lintas negara dan membutuhkan solusi kolektif. “Kita harus bergerak sebagai satu kawasan,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, Indonesia mendorong penyusunan dokumen strategis terkait tata kelola royalti digital global yang akan diusulkan dalam sidang World Intellectual Property Organization. Upaya ini bertujuan melindungi kreator dari praktik black box royalty dan memastikan pembagian yang lebih berkeadilan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menyoroti tantangan distribusi royalti di era digital yang belum merata. “Eksploitasi karya musik terjadi secara real-time lintas yurisdiksi, tetapi tidak selalu diikuti distribusi royalti yang akurat,” ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan infrastruktur teknologi dan fragmentasi metadata menjadi kendala utama yang berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan bagi kreator.

Melalui forum ini, Indonesia mendorong harmonisasi standar, penguatan posisi tawar lembaga kolektif, serta integrasi sistem royalti digital di kawasan ASEAN. Ke depan, forum serupa diharapkan dapat digelar rutin sebagai wadah kolaborasi regional.

Langkah ini menegaskan peran Indonesia sebagai penggerak dalam membangun sistem royalti digital yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para kreator di tingkat regional maupun global.

 

Sumber: Asosiasi Media Siber Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

HUT Ke-28 IJTI: Jurnalis Televisi Diminta Jaga Marwah Profesi di Tengah Badai Disrupsi

9 Agustus 2026 - 17:00 WITA

WhatsApp Image 2026 08 09 at 15.49.48

Pakar Hukum Pidana Soroti Penyidikan Korupsi Bertahun-tahun, Minta Aparat Segera Beri Kepastian Hukum

20 Juni 2026 - 15:00 WITA

a45

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Aparat Usut Tuntas dan Lindungi Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

amsi99

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta, Perkuat Perlindungan dan Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 11:00 WITA

pers99

Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset

6 Juni 2026 - 15:30 WITA

bunda05

Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

6 Juni 2026 - 15:00 WITA

bunda03
Trending di NASIONAL