KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menanggapi penghentian sementara 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (10/4/2026).
Menurut Helmi, penghentian tersebut diduga karena belum terpenuhinya sejumlah standar pengelolaan, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi syarat dari Badan Gizi Nasional.
“Kalau masalah MBG ini sudah ada standar dari pihak nasional. Yang belum memenuhi syarat tentu harus mengikuti aturan,” ujarnya.
Ia menegaskan, program MBG sebagai program nasional mengedepankan kualitas, sehingga seluruh pengelola wajib memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, penghentian ini dinilai bukan bersifat permanen.
“Ini bukan dihentikan total, tapi diberi kesempatan untuk memperbaiki dan memenuhi standar,” jelasnya.
Helmi menilai langkah tersebut justru menjadi bentuk pembinaan agar kualitas layanan meningkat, sekaligus melindungi investasi para pelaku usaha yang telah terlibat.
“Jangan sampai dihentikan total. Kasihan juga karena mereka sudah berinvestasi, jadi lebih baik diperbaiki,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. “Persoalan IPAL ini penting, jangan sampai kegiatan yang tujuannya baik justru berdampak buruk,” tegasnya.
Lebih lanjut, Helmi menyebut program MBG memiliki dampak luas, mulai dari pemenuhan gizi siswa hingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau berjalan baik, sekolah mendapatkan makanan bergizi, sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM,” paparnya.
Ia pun berharap adanya sinergi antara pengelola dapur dan pemerintah agar program ini berjalan optimal. “Harapannya, program ini bisa menghidupkan UMKM di Samarinda dan anak-anak mendapat asupan bergizi setiap hari,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Helmi juga berharap Sekretaris Daerah yang baru mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dan DPRD. “Kita berharap Sekda yang baru bisa menjembatani kinerja eksekutif dan legislatif,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari. Editor : Fairuzzabady @2026

















