Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 16:00 WITA ·

Bupati Kukar Tinjau Intake Bekotok, Siap Tingkatkan Kapasitas Air Bersih Tanpa Naik Tarif


 Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Tenggarong, Selasa (28/4/2026), dalam rangka peningkatan kapasitas produksi air bersih. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Tenggarong, Selasa (28/4/2026), dalam rangka peningkatan kapasitas produksi air bersih. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/4/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana peningkatan kapasitas produksi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Aulia menjelaskan, proyek tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak ketiga, dengan target peningkatan kapasitas intake dari 75 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

“Kita meninjau Intake Bekotok untuk peningkatan kapasitas. Nantinya pihak ketiga akan membangun intake 250 liter per detik, dari yang saat ini 75 liter per detik, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Tenggarong,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema kerja sama ini menggunakan pola baru, di mana Perumda Air Minum membeli air bersih yang telah diolah oleh pihak ketiga. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan tarif bagi masyarakat.

“Kita menjamin dengan skema ini tidak ada kenaikan tarif. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan, air bisa lebih deras dan kualitasnya lebih baik,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Aulia menyebut tidak ditemukan kendala berarti. Lokasi pembangunan telah tersedia dan proses konstruksi diharapkan berjalan lancar.

“Sejauh ini tidak ada kendala. Kita harap pembangunan ini bisa berjalan baik,” katanya.

Pemilihan Bekotok sebagai lokasi proyek juga bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengolahan air di wilayah tersebut memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding lokasi lain seperti Sukarame dan Bukit Biru, sehingga dijadikan percontohan kerja sama.

“Kita ingin membuktikan bahwa dengan tingkat pengolahan yang lebih sulit di Bekotok saja bisa berhasil, maka ke depan lokasi lain juga bisa kita kembangkan,” jelasnya.

Menghadapi musim kemarau, Aulia memastikan ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman, didukung sumber utama dari Sungai Mahakam. Selain itu, Perumda juga telah menyiapkan strategi antisipasi jika terjadi penurunan debit air.

“Alhamdulillah sejauh ini masih cukup aman. Kita juga punya Sungai Mahakam sebagai sumber utama,” ungkapnya.

Ke depan, seluruh sistem intake di Kukar, termasuk Bekotok, Sukarame, dan Bukit Biru, akan diintegrasikan agar dapat saling mendukung distribusi air bersih. Pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water/NRW) dari sekitar 38 persen menjadi di bawah 30 persen.

“Kalau kebocoran bisa ditekan, itu sama saja dengan menyelamatkan air dan pendapatan,” ujarnya.

Saat ini, proyek kerja sama tersebut telah memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses lelang. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik sudah mulai terlihat dalam tahun ini.

“Proses lelang sudah selesai dan sekarang tahap konstruksi. Kita ingin memastikan lahannya siap, dan mudah-mudahan tahun ini sudah mulai terlihat pembangunan intake 250 liter per detik,” pungkas Aulia.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH