KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayyid Fathullah, menyambut positif inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani di Pasar Tangga Arung Square (TAS), Kamis (30/04/2026).
Kunjungan tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar modern tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat menyambut baik,” ujarnya singkat.
Fathullah menilai, kehadiran langsung pimpinan DPRD di lapangan menjadi penyemangat baru bagi pemerintah daerah dan para pedagang. Ia menyebut, sinergi antara legislatif dan eksekutif sangat dibutuhkan untuk membenahi kondisi pasar yang saat ini mengalami penurunan omzet.
Menurutnya, salah satu persoalan utama di Pasar TAS adalah masih banyaknya kios yang belum terisi atau tidak beroperasi secara optimal. Dari total sekitar 703 unit, hanya sekitar 60 persen yang aktif digunakan pedagang. “Sekitar 60 persen yang aktif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk melemahnya daya beli masyarakat serta keterbatasan akses permodalan bagi pedagang. Kedua hal ini dinilai menjadi kendala utama dalam mengembangkan usaha di pasar. “Daya beli menurun, modal juga jadi masalah,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disperindag Kukar terus melakukan berbagai langkah, mulai dari membuka peluang kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga hingga berkoordinasi dengan Forum Pedagang Pasar. Namun, hingga kini pengelolaan masih dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. “Kita masih kelola sendiri,” ujarnya.
Salah satu upaya yang sudah diterapkan adalah kebijakan parkir gratis di kawasan pasar untuk sementara waktu. Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan transaksi jual beli. “Parkir kita gratiskan dulu,” ucapnya.
Selain itu, DPRD Kukar juga berencana mendorong aktivitas di Pasar TAS dengan menjadikannya lokasi kegiatan rapat organisasi perangkat daerah (OPD). Menurut Fathullah, langkah ini menjadi bentuk dukungan konkret dalam menggerakkan ekonomi pasar. “Ini dukungan nyata,” katanya.
Pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan pemberian relaksasi bagi pedagang, seperti keringanan retribusi atau kebijakan lain yang dapat mendorong pertumbuhan usaha. “Nanti akan dibahas lagi,” jelasnya.
Terkait isu kenaikan tarif retribusi, Fathullah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tarif resmi tetap sesuai peraturan daerah, yakni sekitar Rp600 per petak per hari, tergantung zonasi pasar. “Yang benar Rp600,” tegasnya.
Ia berharap, dengan dukungan semua pihak, Pasar Tangga Arung Square dapat kembali ramai dan berkembang sebagai pusat ekonomi baru di Kutai Kartanegara.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















