Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 30 Apr 2026 20:00 WITA ·

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan


 Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, TPP tenaga kesehatan, serta pelayanan puskesmas 24 jam, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, TPP tenaga kesehatan, serta pelayanan puskesmas 24 jam, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah perangkat daerah, Kamis (30/04/2026), di Ruang Banmus DPRD Kukar. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV, Andi Faisal, dengan agenda utama membahas insentif guru honorer, TPP tenaga kesehatan, serta pelayanan puskesmas 24 jam.

Dalam pembahasan, insentif guru honorer disebut sudah memasuki tahap akhir penyelesaian. Dinas Pendidikan telah meminta legal opinion (LO) ke kejaksaan, dan saat ini tinggal menunggu proses tersebut rampung sebelum pencairan dilakukan. “Kalau sudah clear, bisa dibayarkan pekan depan,” ujar Andi Faisal singkat.

Ia menegaskan, anggaran insentif sebenarnya telah tersedia dan aman. Kendala yang tersisa hanya pada aspek regulasi menyusul adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang kini tengah ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Menurutnya, Dinas Pendidikan harus lebih proaktif karena persoalan ini menyangkut hak banyak tenaga pengajar. Ia memastikan DPRD akan terus mengawal proses hingga pembayaran benar-benar terealisasi. “Ini hak guru honorer,” tegasnya.

Sementara itu, masih terdapat beberapa bulan insentif yang belum dibayarkan meski data penerima telah terverifikasi. Pemerintah daerah menegaskan tidak ada alasan untuk menunda pembayaran, karena dana telah disiapkan melalui skema anggaran yang ada.

Selain sektor pendidikan, RDP juga membahas Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dan jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan. Dalam hasil pembahasan, istilah jaspel dihapus untuk menghindari potensi pelanggaran aturan terkait double account.

Sebagai solusi, TPP akan disesuaikan agar mendekati penghasilan sebelumnya tenaga kesehatan, meski masih terdapat selisih sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. “TPP akan disesuaikan,” kata Andi Faisal.

Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil. Namun, DPRD membuka peluang peningkatan lebih lanjut jika kondisi APBD membaik.

RDP juga menyoroti pelayanan puskesmas 24 jam yang dinilai belum optimal. Di lapangan, tenaga kesehatan harus bekerja hingga 10–11 jam dan kembali bertugas keesokan hari, sehingga berisiko terhadap kualitas layanan. “Ini tidak efektif,” ujarnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan diminta segera menyusun kajian dalam waktu satu minggu dengan melibatkan organisasi profesi seperti IDI, perawat, dan bidan. Kajian tersebut akan menentukan pola pelayanan berbasis zonasi, sehingga tidak semua puskesmas harus beroperasi 24 jam.

DPRD juga mendorong penambahan tenaga kesehatan di puskesmas yang membutuhkan jam layanan lebih panjang, mengingat saat ini masih terjadi kekurangan SDM, khususnya dokter.

Melalui RDP ini, DPRD Kukar menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan hak guru honorer terpenuhi serta pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH