Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 5 Mei 2026 18:00 WITA ·

Disdikbud Samarinda Siapkan SPMB 2026, Tegaskan Perpisahan Sekolah Tanpa Pungutan


 Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, memberikan keterangan kepada awak media terkait sejumlah isu strategis pendidikan tahun 2026 usai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Selasa (5/5/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, memberikan keterangan kepada awak media terkait sejumlah isu strategis pendidikan tahun 2026 usai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Selasa (5/5/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, memaparkan sejumlah isu strategis pendidikan tahun 2026 usai menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Selasa (5/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna Lantai 2 DPRD Samarinda itu membahas sistem pembelajaran kurikulum terbaru serta kondisi kegiatan fisik pendidikan di jenjang SD, SMP, TK hingga PAUD.

Usai rapat, Ibnu menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memfokuskan persiapan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Mei hingga minggu pertama Juni.

“SPMB saat ini sedang kami matangkan, termasuk pembentukan tim Satgas yang sudah diputuskan bersama Inspektorat. Kami juga melakukan sosialisasi terakhir dengan melibatkan berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar,” ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, tahun ini proses pendaftaran SPMB dilakukan berbasis aplikasi, sehingga orang tua dapat mendaftarkan anaknya secara daring dari rumah. Meski demikian, Disdikbud tetap menyiapkan solusi bagi wilayah dengan keterbatasan akses internet.

“Untuk sekolah di wilayah pinggiran yang akses internetnya terbatas, akan ada pendampingan dari pihak sekolah untuk membantu proses pengunggahan dokumen ke sistem,” jelasnya.

Selain SPMB, Ibnu juga menyoroti polemik kegiatan perpisahan sekolah yang sempat menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dilarang, namun harus dilaksanakan secara sederhana dan tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.

“Kami tidak melarang perpisahan, tetapi harus dilakukan di lingkungan sekolah secara sederhana. Yang tidak diperbolehkan adalah adanya pungutan, baik dalam bentuk arisan, urunan, edaran, maupun melalui komite,” tegasnya.

Terkait pembangunan fisik pendidikan, Ibnu mengakui adanya dampak efisiensi anggaran pada tahun ini. Namun demikian, pihaknya tetap memprioritaskan sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak.

“Memang ada pengurangan volume kegiatan, tetapi sekolah yang menjadi prioritas tetap kami anggarkan, seperti yang terdampak banjir, perbaikan atap bocor, peninggian ruang kelas, hingga penggantian mebeler rusak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, nilai anggaran proyek saat ini lebih terbatas dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya satu kegiatan bisa mencapai Rp1 miliar, kini berkisar antara Rp200 hingga Rp300 juta dengan cakupan pekerjaan yang disesuaikan.

Di sisi lain, persoalan kekurangan tenaga pendidik masih menjadi tantangan serius. Hingga akhir 2026, diperkirakan Samarinda kekurangan sekitar 706 guru.

“Kekurangan ini sementara masih ditutupi oleh guru honorer dan PPPK. Namun yang paling krusial adalah guru kelas di SD, karena mereka bertanggung jawab penuh dalam satu kelas. Jika tidak ada, maka proses belajar mengajar tidak bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Ibnu menambahkan, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pengajar meskipun dihadapkan pada keterbatasan regulasi dan anggaran. Ia berharap ada dukungan kebijakan dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Selain itu, ia memastikan bahwa pencairan honorarium tenaga pendidik yang sempat mengalami kendala kini telah diproses dan tinggal menunggu penyaluran ke rekening masing-masing penerima.

“Untuk honorarium sudah berproses di BPKD dan tinggal masuk ke rekening. Biasanya kendala hanya pada rekening yang tidak aktif atau kesalahan data,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH