KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan masa depan melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi se-Kalimantan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang digelar di Multifunction Hall, Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (09/05/2026).
Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perguruan Tinggi Kalimantan”, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Kalimantan, pejabat pimpinan tinggi Otorita IKN, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, hingga Ketua Komisi X DPR RI.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan kualitas manusia melalui sistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Kita bersama-sama membangun IKN dalam rangka menciptakan suatu kota untuk masyarakat Indonesia. SD sampai SMA sudah ada fasilitas gedungnya, nanti juga akan hadir SMA Taruna Nusantara. Ini menjadi cikal bakal siswa-siswa yang nantinya masuk ke perguruan tinggi,” ujar Bimo.
Ia berharap kolaborasi antara Otorita IKN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mampu melahirkan kurikulum baru yang relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi.
“Saya berharap kita bisa membuat kurikulum yang berbeda dan sesuai dengan kebutuhan masa depan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya memperjelas peran masing-masing pihak dalam pengembangan ekosistem pendidikan di Kalimantan, terutama dalam mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
“Mutu dari perguruan tinggi adalah keharusan. Mudah-mudahan riset dan pengembangan banyak yang bekerja sama dengan IKN. Hasil rakor ini menjadi penting untuk meningkatkan pendidikan dan tentunya hal tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi bersama,” kata Hetifah.
Menurutnya, keberadaan IKN harus menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi di Kalimantan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco, menyebut pembangunan IKN merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Kalimantan.
“Kita punya IKN yang sedang dibangun, dan di sinilah laboratorium hidup terbesar di Indonesia. Ini perlu didorong melalui kerja sama antara perguruan tinggi dengan IKN,” ujarnya.
Badri juga berharap Otorita IKN dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam pembangunan Nusantara melalui program riset, magang, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
“Kami berharap Otorita IKN dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan riset, magang, maupun KKN tematik di IKN,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Badri memaparkan tiga strategi utama perguruan tinggi sebagai katalisator pembangunan nasional, yakni penguatan kolaborasi akademik yang berdampak, peningkatan kerja sama produktif dengan industri dan mitra pembangunan, serta penguatan talenta dan tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas.
“IKN merupakan kota masa depan Indonesia yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan. Kami bersama mahasiswa dan dosen siap berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang semakin berkelanjutan dengan IKN sebagai role model,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta rapat koordinasi turut melakukan penanaman tanaman endemik Kalimantan di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Nusantara.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026












