KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Suasana Multifunction Hall Kantor Bersama 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara tampak ramai pada Senin (11/5/2026). Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif berkumpul untuk mengikuti pelatihan penguatan kapasitas usaha yang digelar melalui kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bank Indonesia.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengenalan sistem pembayaran digital, transaksi non-tunai, pencatatan keuangan usaha, hingga strategi pemasaran produk melalui marketplace dan media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola transaksi digital di era modern.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang dinilai lebih praktis, aman, dan efisien bagi pelaku usaha.
Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) IKN, Aswin Gantina, mengatakan transformasi digital merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan Nusantara sebagai kota modern dan berkelanjutan.
“Bank Indonesia telah menerapkan inovasi di sistem pembayaran melalui QRIS. Semua pembayaran atau transaksi oleh UMKM bisa dilakukan menggunakan QRIS. Jadi tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Dengan QRIS keuntungannya sangat banyak, misalnya menghindari uang palsu, pencatatan menjadi jauh lebih rapi, serta kekinian,” ujar Aswin.
Ia menjelaskan, penggunaan sistem pembayaran digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mengelola administrasi dan laporan keuangan secara lebih tertata. Selain itu, digitalisasi dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas karena usaha dapat lebih mudah terhubung dengan konsumen melalui platform digital.
Menurut Aswin, pelaku ekonomi kreatif di IKN harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat daya saing usaha mereka, terutama di tengah pertumbuhan kawasan Nusantara yang terus berkembang.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pelaku usaha harus siap mengikuti perkembangan zaman agar bisa terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Pahlirungi, menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
“Otorita IKN tidak hanya melakukan pembangunan fisik, tetapi sumber daya manusianya juga kita bangun. Otorita IKN berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam membangun sumber daya manusia, termasuk para pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar kapasitasnya kian meningkat ke depannya,” ujar Muhsin.
Ia menilai pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu pelaku usaha lokal agar mampu tumbuh dan berkembang bersama pembangunan IKN. Selain meningkatkan kualitas produk, para peserta juga didorong memahami strategi pemasaran digital agar produk mereka dapat dikenal lebih luas.
Muhsin menegaskan, Otorita IKN ingin memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dalam pertumbuhan ekonomi Nusantara, bukan hanya sebagai penonton di tengah pesatnya pembangunan kawasan.
“Otorita IKN akan mendampingi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sampai mereka betul-betul bisa menjadi pemain, bukan hanya penonton,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelaku ekonomi kreatif di IKN semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu memanfaatkan peluang ekonomi baru yang tumbuh di Nusantara.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













