Menu

Mode Gelap
Investasi IKN Tembus Rp72,39 Triliun, Otorita Sebut Nusantara Mulai Hidup sebagai Kota Masa Depan Celni Pita Sari Tegaskan Dukungan DPRD untuk Fasilitas Polri dan Pengembangan Olahraga di Kaltim Komisi II DPRD Samarinda Soroti Transparansi Pembagian Kios Pasar Pagi, Puluhan Pedagang Aktif Belum Kebagian IKN Fun Day Hadirkan Dongeng Interaktif, Anak-Anak Diajak Bermimpi tentang Kota Masa Depan Libur Panjang di IKN Semarak, Pameran Reptil Eksotis Jadi Daya Tarik Pengunjung Nusantara Park

IKN NUSANTARA · 18 Mei 2026 18:00 WITA ·

Investasi IKN Tembus Rp72,39 Triliun, Otorita Sebut Nusantara Mulai Hidup sebagai Kota Masa Depan


 Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan seiring tumbuhnya ekosistem perekonomian dan investasi di kawasan Nusantara. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan seiring tumbuhnya ekosistem perekonomian dan investasi di kawasan Nusantara. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap proyek ibu kota baru Indonesia. Hingga pertengahan Mei 2026, total estimasi nilai investasi yang masuk ke kawasan Nusantara tercatat telah mencapai Rp72,39 triliun.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berjalan pada aspek fisik semata, tetapi juga mulai bergerak menuju terbentuknya ekosistem perkotaan yang hidup dan berkelanjutan.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia. Caranya adalah dengan bersama-sama membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujar Troy, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total investasi tersebut, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni, sedangkan Rp12,10 triliun lainnya merupakan fasilitas publik dan penugasan kepada Kementerian/Lembaga (K/L).

Secara keseluruhan, hingga kini telah tercatat sebanyak 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam skema investasi swasta murni. Selain itu, terdapat pula 15 penugasan pembangunan kepada Kementerian/Lembaga untuk mendukung percepatan pembangunan berbagai fasilitas dasar di kawasan ibu kota negara baru tersebut.

Masuknya investasi ke IKN juga memperlihatkan tingginya keterlibatan investor nasional maupun internasional. Dari total 75 PKS yang telah ditandatangani, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara sisanya berasal dari pelaku usaha dalam negeri.

Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan hunian, infrastruktur, energi, fasilitas akomodasi, pusat olahraga, hingga kawasan komersial dan layanan publik lainnya.

Tidak hanya pembangunan skala besar, geliat ekonomi masyarakat di kawasan Nusantara juga mulai tumbuh secara bertahap. Aktivitas usaha makanan dan minuman, jasa, serta bisnis penunjang kebutuhan pekerja dan pengunjung mulai bermunculan seiring meningkatnya aktivitas di kawasan IKN.

Salah satu contoh terlihat dari hadirnya gerai makanan dan minuman merek nasional, Roti’O, yang mulai beroperasi di kawasan Nusantara. Kehadiran usaha tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pelaku bisnis mulai melihat IKN sebagai pasar potensial di masa depan.

Leader atau Kepala Toko Roti’O di IKN, Harfi, mengaku antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak hari pertama pembukaan gerai tersebut.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di IKN ini mungkin akan semakin ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan dan segala macam bakal ke sini. Ke depannya saya rasa akan semakin ramai,” ungkapnya.

Menurut Troy, masuknya berbagai jenis investasi, termasuk sektor usaha pendukung kebutuhan masyarakat, menjadi tanda bahwa Nusantara perlahan mulai bertransformasi dari kawasan pembangunan menjadi kota yang memiliki kehidupan ekonomi nyata.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

IKN Fun Day Hadirkan Dongeng Interaktif, Anak-Anak Diajak Bermimpi tentang Kota Masa Depan

18 Mei 2026 - 08:00 WITA

libur3

Libur Panjang di IKN Semarak, Pameran Reptil Eksotis Jadi Daya Tarik Pengunjung Nusantara Park

18 Mei 2026 - 07:00 WITA

libur1

Libur Panjang di IKN, Pengunjung Diajak Tanam Pohon dan Tinggalkan Jejak Hijau di Kota Hutan Nusantara

16 Mei 2026 - 13:00 WITA

ikn00000000098

IKN Fun Day Hadirkan Workshop Batik Pewarna Alami, Kenalkan Budaya dan Alam Kalimantan kepada Pengunjung

14 Mei 2026 - 18:00 WITA

nusan00003

Otorita IKN Siaga Hadapi El Niño 2026, Teknologi dan Kolaborasi Jadi Andalan Cegah Karhutla

14 Mei 2026 - 17:00 WITA

nusan00001

Otorita IKN Resmi Akui Kearifan Lokal Masyarakat Adat Paser di Mentawir

14 Mei 2026 - 08:00 WITA

nus001
Trending di IKN NUSANTARA