Menu

Mode Gelap
Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

BERITA DAERAH · 10 Jun 2026 09:30 WITA ·

Translokasi Badak Pari Jadi Ikhtiar Terakhir Selamatkan Badak Kalimantan dari Kepunahan


 Suasana Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), yang menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kepunahan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni), subspesies yang kini hanya tersisa dua individu betina di Kalimantan. Perbesar

Suasana Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan, Senin (8/6/2026), yang menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kepunahan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni), subspesies yang kini hanya tersisa dua individu betina di Kalimantan.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Upaya penyelamatan Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) memasuki fase yang sangat krusial. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar Rapat Koordinasi Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi di Balikpapan pada Senin (8/6/2026), sebagai langkah strategis untuk mencegah kepunahan total subspesies badak yang kini hanya tersisa dua individu betina di Kalimantan.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan lintas sektor terhadap rencana translokasi Badak Pari Mahulu, yang saat ini masih hidup di habitat alaminya di Mahakam Ulu, menuju Suaka Badak Kelian. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya peluang untuk menyelamatkan materi genetik terakhir Badak Kalimantan sekaligus membuka kesempatan pengembangbiakan melalui teknologi modern.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, mengatakan seluruh pihak yang hadir memiliki kesamaan pandangan bahwa penyelamatan Badak Pari harus segera dilakukan dengan perencanaan yang matang.

“Kami rapat koordinasi bersama para pihak di tingkat provinsi, dan semua pihak memahami bahwa upaya penyelamatan ini harus segera dilakukan. Namun, langkah-langkahnya juga harus didetailkan agar hasilnya benar-benar bermanfaat, baik bagi badaknya maupun bagi kepentingan konservasi secara keseluruhan,” ujarnya.

Saat ini, populasi Badak Kalimantan berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Selain Pari Mahulu yang masih berada di alam liar, hanya ada satu individu betina lain bernama Pahu yang hidup di Suaka Badak Kelian dengan pengawasan intensif.

Apabila Pari Mahulu tetap hidup sendirian di habitatnya tanpa pasangan, peluang berkembang biak hampir tidak ada. Bahkan, apabila satwa tersebut mati di alam tanpa pengawasan, seluruh material biologis yang sangat berharga untuk penyelamatan spesies akan hilang sehingga ancaman kepunahan menjadi kenyataan.

Karena itu, translokasi tidak hanya dimaknai sebagai pemindahan satwa, tetapi juga sebagai upaya menyelamatkan sumber daya genetik terakhir Badak Kalimantan. Setelah berada di lingkungan yang lebih terkontrol, Pari Mahulu diharapkan dapat menjadi bagian dari program Assisted Reproductive Technology (ART) atau Teknologi Reproduksi Berbantuan, termasuk pengambilan sel telur untuk program bayi tabung maupun penyimpanan materi genetik jangka panjang.

Selain membahas proses penyelamatan, rapat koordinasi juga menghasilkan kesepakatan penting mengenai perlindungan habitat asli Badak Pari di Mahakam Ulu. BKSDA menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak akan ditinggalkan ataupun dialihfungsikan setelah translokasi dilakukan.

Ari Wibawanto menepis isu yang menyebutkan habitat Badak Pari akan hilang setelah proses penyelamatan.

“Keinginan semua pihak adalah habitat Badak Pari yang nanti dilakukan penyelamatan tetap dipertahankan sebagai kawasan konservasi atau areal preservasi. Kami sepakat mengenai hal ini dan akan mengusulkannya kepada pemerintah pusat,” katanya.

Ia menegaskan, habitat tersebut akan tetap dijaga sehingga apabila program pengembangbiakan berhasil dan populasi bertambah, kawasan tersebut dapat menjadi lokasi pelepasliaran generasi baru Badak Kalimantan.

“Jadi tidak hilang seperti isu yang berhembus. Kami berharap habitatnya tetap terjaga sehingga nanti kalau penyelamatannya berhasil dan berkembang biak, sudah ada lokasi untuk pelepasliaran kembali,” tambahnya.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini juga bergantung pada kesiapan teknis di lapangan. Saat ini, pihak pelaksana tengah menyelesaikan pembangunan kandang karantina (boma) dan paddock eksklosur khusus bagi Pari Mahulu di Suaka Badak Kelian. Selain itu, penggunaan helikopter dengan spesifikasi tertentu juga disiapkan untuk mendukung proses pemindahan melalui jalur udara agar risiko terhadap satwa dapat diminimalkan.

Operasi konservasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian terkait, BKSDA, TNI, Polri, akademisi, hingga organisasi lingkungan seperti WWF, Jatam Kaltim, dan Walhi Kaltim. Dukungan juga datang dari Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur yang menegaskan pentingnya penghormatan terhadap aturan kampung dan nilai-nilai budaya lokal selama proses penyelamatan berlangsung.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap upaya translokasi Badak Pari menjadi langkah nyata untuk memastikan Badak Kalimantan tidak hanya tercatat sebagai bagian dari sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang di habitat alaminya pada masa mendatang.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik

27 Juli 2026 - 12:00 WITA

d68

PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi

27 Juli 2026 - 11:00 WITA

d67

Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan

26 Juli 2026 - 18:00 WITA

d64

Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi

26 Juli 2026 - 17:00 WITA

d63

Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

26 Juli 2026 - 16:00 WITA

d62

FKUB Samarinda Dorong Regulasi RUU LGBTQ untuk Lindungi Generasi Muda

26 Juli 2026 - 15:00 WITA

d61
Trending di BERITA DAERAH