Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 14 Jun 2026 15:00 WITA ·

AMSI: Kekuatan Media Lokal Ada di Cerita Daerah, Bukan Sekadar Mengejar Kecepatan


 Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, menegaskan bahwa media lokal memiliki peluang besar untuk berkembang di era digital dengan menghadirkan konten yang dekat dengan masyarakat dan mengangkat potensi daerah. Foto: Indirwan. Perbesar

Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana, menegaskan bahwa media lokal memiliki peluang besar untuk berkembang di era digital dengan menghadirkan konten yang dekat dengan masyarakat dan mengangkat potensi daerah. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Di tengah disrupsi industri media dan pesatnya perkembangan teknologi digital, media lokal di Kalimantan Timur dinilai masih memiliki peluang besar untuk bertahan bahkan berkembang. Kuncinya, media harus mampu menghadirkan konten yang dekat dengan masyarakat, berkualitas, dan berakar pada potensi daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Upi Asmaradhana. Menurutnya, media lokal memiliki keunggulan yang tidak dimiliki media nasional, yakni kedekatan dengan kehidupan masyarakat dan kemampuan mengangkat cerita-cerita yang lahir dari daerahnya sendiri.

“Media lokal harus semakin dekat dengan masyarakatnya,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026) malam.

Upi mengatakan Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya, kuliner, sejarah, tradisi, hingga kisah tokoh-tokoh lokal yang dapat menjadi sumber konten bernilai tinggi. Potensi tersebut tidak hanya penting dari sisi jurnalistik, tetapi juga menjadi modal untuk membangun identitas media yang kuat.

Menurutnya, ketika media mampu menyajikan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, maka hubungan dengan audiens akan semakin erat. Kedekatan itu menjadi aset penting bagi keberlanjutan sebuah perusahaan media.

“Jika media sudah melekat dengan audiensnya, peluang untuk berkembang akan semakin terbuka,” katanya.

Ia menilai media tidak cukup hanya bersaing dalam kecepatan menyajikan informasi. Yang lebih penting adalah menghadirkan perspektif, kedalaman, dan nilai tambah yang tidak mudah ditemukan di platform lain.

Selain memperkuat kualitas konten, Upi juga mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan. Menurutnya, media tidak bisa terus bergantung pada satu sumber pembiayaan, terutama belanja iklan pemerintah yang kini menghadapi berbagai keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Karena itu, perusahaan media perlu memperluas jejaring dan membangun berbagai bentuk kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, tanpa mengorbankan independensi dan integritas jurnalistik.

“Jangan bergantung pada satu pihak saja. Media harus memperluas sumber pendapatan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya menghasilkan karya jurnalistik yang orisinal. Di tengah melimpahnya informasi di ruang digital, media dituntut menghadirkan produk yang lahir dari proses peliputan, verifikasi, dan pengolahan informasi yang baik.

Menurutnya, praktik sekadar menyalin informasi tanpa memberikan nilai tambah hanya akan membuat media kehilangan kepercayaan pembaca.

“Karya jurnalistik harus original dan diproduksi sendiri,” ujarnya.

Upi juga menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan media adalah memahami kebutuhan masyarakat. Dengan mengetahui persoalan, minat, dan harapan pembacanya, media dapat menghasilkan konten yang benar-benar relevan dan memberi manfaat.

“Media harus mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Dari situlah lahir konten yang bernilai,” jelasnya.

Ia optimistis media lokal masih memiliki masa depan yang cerah apabila kembali pada esensi jurnalisme, yakni menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi publik. Bahkan, kondisi disrupsi saat ini justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas dan identitas media lokal.

Menurutnya, potensi daerah di Kalimantan Timur masih sangat besar dan belum tergarap secara maksimal. Karena itu, media didorong untuk lebih aktif menggali cerita-cerita lokal sebagai kekuatan utama sekaligus peluang pengembangan usaha.

“Peluangnya masih sangat terbuka. Tinggal bagaimana media mampu menggali dan memaksimalkan potensi daerahnya sendiri,” pungkasnya.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH