Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Desak Kepastian Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Warga Menunggu Sejak 2012 Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Digelar, Promosikan Kearifan Lokal dan Dongkrak Ekonomi Pampang Tanggapi Aksi Mahasiswa, Wawali Balikpapan Janji Percepat Penanganan PJU, Guru, BBM hingga Dampak PHK Rektor UINSI Dorong Perda Pemakaman yang Humanis dan Berkelanjutan Pemkot Balikpapan Lepas ASN Purnatugas, Bagus Susetyo: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun

BERITA DAERAH · 16 Jun 2026 13:00 WITA ·

Setahun Belum Ditindaklanjuti, Ketua RT 04 Simpang Tiga Desak PLN Atasi Kabel Listrik yang Ancam Keselamatan Warga


 Ketua RT 04 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Marhen Payunglangi, menyampaikan keluhan terkait kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan warga saat ditemui di kediamannya, Selasa (16/6/2026). Ia berharap perbaikan segera dilakukan guna mencegah potensi kecelakaan maupun kebakaran. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua RT 04 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Marhen Payunglangi, menyampaikan keluhan terkait kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan warga saat ditemui di kediamannya, Selasa (16/6/2026). Ia berharap perbaikan segera dilakukan guna mencegah potensi kecelakaan maupun kebakaran. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kekhawatiran terhadap kondisi jaringan listrik di RT 04 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, kembali mencuat. Ketua RT 04, Marhen Payunglangi, meminta pihak PLN segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalur kabel listrik yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Saat ditemui di kediamannya, Selasa (16/6/2026), Marhen mengatakan laporan mengenai persoalan tersebut telah disampaikan kepada PLN sekitar satu tahun lalu. Meski petugas sempat melakukan peninjauan ke lokasi, hingga kini belum ada realisasi perbaikan maupun pemasangan tiang listrik baru yang sebelumnya dijanjikan.

“Sudah hampir setahun kami menunggu, tetapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Menurut Marhen, kondisi jaringan listrik di lingkungan tersebut cukup memprihatinkan karena sebagian kabel masih melintas di atas atap rumah warga. Bahkan, pada beberapa titik kabel hanya ditopang menggunakan pipa paralon dan diikat dengan karet sebagai solusi sementara yang dilakukan masyarakat agar kabel tidak semakin turun.

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan korsleting listrik maupun kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga dan merusak permukiman.

“Harus ada tiang tambahan agar jalur kabel dipindahkan dan tidak lagi melewati atap rumah,” katanya.

Marhen menjelaskan, kebutuhan tiang listrik baru sudah pernah disampaikan kepada petugas saat melakukan survei lapangan. Namun setelah pengecekan selesai, hingga kini masyarakat belum menerima informasi lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan perbaikan.

Kekhawatiran warga semakin besar karena lingkungan RT 04 pernah mengalami dua kali musibah kebakaran yang diduga berkaitan dengan persoalan jaringan listrik. Pengalaman tersebut membuat masyarakat berharap adanya langkah pencegahan sebelum terjadi insiden serupa.

Selain itu, kondisi akses jalan di kawasan tersebut tergolong sempit sehingga kendaraan pemadam kebakaran akan mengalami kesulitan apabila harus memasuki lokasi saat keadaan darurat. Menurutnya, faktor tersebut semakin memperbesar risiko apabila gangguan listrik sampai memicu kebakaran.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi musibah lagi,” tegasnya.

kam48

Kondisi kabel listrik yang melintas sangat dekat dengan atap rumah warga dan dilaporkan beberapa kali mengeluarkan percikan api. Persoalan ini telah dilaporkan melalui Ketua RT sejak Februari 2025, namun hingga kini belum mendapat penanganan permanen berupa pemasangan tiang listrik baru sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Foto: Yana Ashari.

Ia juga mengungkapkan bahwa titik jaringan yang bermasalah berada tidak jauh dari fasilitas ibadah dan kawasan permukiman yang cukup padat. Karena itu, penanganan cepat dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Marhen berharap PLN dapat segera merealisasikan pemasangan tiang listrik tambahan serta penataan ulang jalur kabel agar tidak lagi melintas di atas rumah warga. Ia juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi jaringan listrik yang membahayakan.

“Kalau sudah diketahui ada potensi bahaya, sebaiknya segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Marhen turut menyoroti pelaksanaan pendataan sosial ekonomi yang sedang berlangsung di wilayahnya. Ia berharap proses pendataan dilakukan secara objektif sehingga kondisi masyarakat dapat tergambar secara nyata dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Menurutnya, sebagian besar warga RT 04 berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Banyak kepala keluarga yang bekerja serabutan, menjadi buruh harian, atau mengandalkan hasil berkebun sehingga pendapatan mereka tidak menentu.

Karena itu, ia berharap hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan agar program bantuan maupun pemberdayaan ekonomi dapat diberikan kepada warga yang memang membutuhkan.

“Harapan kami, pemerintah bisa melihat kondisi masyarakat yang sebenarnya sehingga bantuan tepat sasaran,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Desak Kepastian Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Warga Menunggu Sejak 2012

17 Juni 2026 - 21:00 WITA

kk14

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Digelar, Promosikan Kearifan Lokal dan Dongkrak Ekonomi Pampang

17 Juni 2026 - 20:00 WITA

kk13

Tanggapi Aksi Mahasiswa, Wawali Balikpapan Janji Percepat Penanganan PJU, Guru, BBM hingga Dampak PHK

17 Juni 2026 - 19:00 WITA

kk10

Rektor UINSI Dorong Perda Pemakaman yang Humanis dan Berkelanjutan

17 Juni 2026 - 18:00 WITA

kk9

Pemkot Balikpapan Lepas ASN Purnatugas, Bagus Susetyo: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun

17 Juni 2026 - 17:00 WITA

kk8

DPRD Samarinda Libatkan Akademisi, Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum Diuji Publik

17 Juni 2026 - 16:00 WITA

kk7
Trending di BERITA DAERAH