Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Desak Kepastian Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Warga Menunggu Sejak 2012 Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Digelar, Promosikan Kearifan Lokal dan Dongkrak Ekonomi Pampang Tanggapi Aksi Mahasiswa, Wawali Balikpapan Janji Percepat Penanganan PJU, Guru, BBM hingga Dampak PHK Rektor UINSI Dorong Perda Pemakaman yang Humanis dan Berkelanjutan Pemkot Balikpapan Lepas ASN Purnatugas, Bagus Susetyo: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun

BERITA DAERAH · 17 Jun 2026 20:00 WITA ·

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Digelar, Promosikan Kearifan Lokal dan Dongkrak Ekonomi Pampang


 Sekretaris Panitia Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Yusak, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan sejak beberapa bulan terakhir, mulai dari penyusunan rangkaian acara hingga penguatan promosi guna menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Desa Budaya Pampang. Perbesar

Sekretaris Panitia Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Yusak, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan berbagai persiapan sejak beberapa bulan terakhir, mulai dari penyusunan rangkaian acara hingga penguatan promosi guna menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Desa Budaya Pampang.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Desa Budaya Pampang kembali bersiap menjadi pusat perayaan budaya Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 dipastikan akan digelar selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2026, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, ritual adat, pameran budaya, hingga bazar UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.

Festival tahunan yang telah menjadi agenda budaya unggulan Kota Samarinda ini tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya Dayak Kenyah, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Sekretaris Panitia Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Yusak, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu setelah struktur kepanitiaan terbentuk. Panitia langsung bergerak menyusun rangkaian kegiatan sekaligus memperkuat strategi promosi agar festival tahun ini mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.

“Sebulan hingga dua bulan yang lalu kami sudah mulai melakukan persiapan karena panitia sudah dibentuk beberapa bulan sebelumnya. Jadi kami langsung bergerak, terutama pada bidang promosi,” ujar Yusak saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, promosi dilakukan secara intensif melalui berbagai platform media sosial yang dimiliki Desa Budaya Pampang. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menjangkau generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Kenyah kepada masyarakat yang lebih luas.

Panitia juga menggandeng para penari dan generasi muda Pampang yang memiliki jumlah pengikut cukup besar di media sosial. Kehadiran mereka dinilai mampu meningkatkan daya tarik promosi sekaligus memperkuat citra Desa Budaya Pampang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur.

“Kami memanfaatkan media sosial destinasi wisata Desa Budaya Pampang dan berkolaborasi dengan anak-anak muda yang memiliki banyak follower. Terutama para penari Pampang yang ternyata sudah memiliki pengikut cukup besar. Dengan begitu, promosi menjadi lebih mudah dan jangkauannya lebih luas,” jelasnya.

Selain promosi mandiri, festival tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai instansi pemerintah yang turut membantu menyebarluaskan informasi kegiatan kepada masyarakat. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Samarinda.

Yusak mengungkapkan, pelaksanaan Festival Budaya Dayak Kenyah tahun ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Samarinda. Bahkan, Wali Kota Samarinda turut memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya Dayak Kenyah yang telah menjadi identitas penting bagi Kota Samarinda.

“Karena sudah ada Peraturan Wali Kota terkait Festival Budaya Kenyah Desa Budaya Pampang, pemerintah mendukung dan membiayai seluruh kegiatan festival. Kami juga sudah melakukan audiensi dengan Pak Wali Kota, dan beliau turut membantu sekitar Rp100 juta dari dana pribadi untuk mendukung pelaksanaan festival ini,” ungkapnya.

Ia menilai dukungan pemerintah tersebut menunjukkan keseriusan dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Selain itu, festival juga menjadi media edukasi budaya yang efektif bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pampang.

Tak hanya berfokus pada pelestarian budaya, festival ini juga diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selama pelaksanaan festival, berbagai sektor usaha lokal akan ikut bergerak seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang.

Saat ini tercatat sekitar 80 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka akan menawarkan beragam produk kuliner, kerajinan tangan, hingga cenderamata khas Dayak yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Dengan adanya festival ini, perekonomian masyarakat Desa Budaya Pampang ikut bergerak. UMKM kami sekitar 80 pelaku usaha dan mereka merasakan langsung manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” katanya.

Menurut Yusak, pengalaman pelaksanaan festival pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan wisatawan selalu berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat. Tidak hanya pelaku UMKM, tetapi juga pengelola homestay, penyedia transportasi lokal, hingga kelompok seni budaya yang terlibat dalam pertunjukan.

Ia menambahkan, dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata telah mencakup berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Bantuan tambahan dari Wali Kota Samarinda semakin memperkuat kesiapan panitia dalam menyelenggarakan festival yang lebih meriah dan berkualitas.

“Kalau dari sisi pemerintah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata sebenarnya sudah menjadi ranah mereka dalam mendukung kegiatan ini. Ditambah lagi dengan bantuan pribadi dari Pak Wali Kota, sehingga pelaksanaan festival semakin terbantu,” pungkasnya.

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 akan menghadirkan berbagai atraksi budaya khas, mulai dari tarian tradisional, ritual adat, pertunjukan musik etnik, pameran kerajinan, hingga bazar UMKM. Melalui kegiatan ini, panitia berharap semakin banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Desa Budaya Pampang untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Dayak Kenyah sekaligus menikmati pengalaman wisata budaya yang autentik di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Desak Kepastian Hibah Lahan TPU Loa Bakung, Warga Menunggu Sejak 2012

17 Juni 2026 - 21:00 WITA

kk14

Tanggapi Aksi Mahasiswa, Wawali Balikpapan Janji Percepat Penanganan PJU, Guru, BBM hingga Dampak PHK

17 Juni 2026 - 19:00 WITA

kk10

Rektor UINSI Dorong Perda Pemakaman yang Humanis dan Berkelanjutan

17 Juni 2026 - 18:00 WITA

kk9

Pemkot Balikpapan Lepas ASN Purnatugas, Bagus Susetyo: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun

17 Juni 2026 - 17:00 WITA

kk8

DPRD Samarinda Libatkan Akademisi, Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum Diuji Publik

17 Juni 2026 - 16:00 WITA

kk7

DPRD Samarinda Bagikan Strategi Penguatan UMKM kepada DPRD Berau

17 Juni 2026 - 15:00 WITA

kk6
Trending di BERITA DAERAH